Dalam 6 Bulan, KPK Selamatkan Rp28,7 Triliun

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah (Dok.Arah.com)

Arah - Sepanjang semester I tahun 2019, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menyelamatkan keuangan daerah sebesar Rp28,7 triliun dari sejumlah kegiatan pencegahan korupsi di daerah.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah merinci, jumlah penyelamatan keuangan daerah itu merupakan hasil intervensi KPK terkait penagihan piutang pajak daerah Rp18,8 triliun, penyelamatan aset pemerintah daerah yang dikuasai pihak ketiga Rp6,8 triliun, optimalisasi pajak daerah Rp2,2 triliun, dan penghapusan pembebasan cukai rokok pada Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Batam Rp900 miliar.

Dia menjelaskan, penyelamatan keuangan daerah dari penagihan piutang pajak daerah terbesar merupakan kontribusi dari pemerintah daerah DKI Jakarta, Rp18,5 triliun. Piutang pajak tersebut terkait kewajiban pajak kendaraan bermotor (PKB), pajak bahan bakar kendaraan bermotor (PBB-KB), pajak air tanah (PAT), pajak restoran, pajak hiburan, pajak reklame, pajak parkir, dan bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB).

“Kontribusi lainnya berasal dari Pemerintah Kabupaten Badung, Kalbar, Jateng, Yogya, Lombok Barat, Mataram, Sumbawa, Banggai, Poso, Tual, Bandar Lampung dan Pesawaran,” ujanya.

Terkait penyelamatan aset Pemda yang dikuasai pihak ketiga, Dia merinci, di antaranya berupa penyelamatan aset Gedung YTKI milik Kementerian Tenaga Kerja di Jakarta senilai Rp1,8 triliun; pengambilalihan aset Stadion Barombong yang diserahkan PT Gowa Makassar Tourism Development (GMTD) kepada Pemprov Sulsel senilai Rp2,5 triliun; aset berupa fasum dan fasos yang diserahkan perusahaan pemegang SIPPT kepada pemprov DKI Jakarta senilai Rp1,9 triliun; dan aset berupa tanah milik PT. KAI dan PT. Agra Citra Kharisma (ACK) di Kota Medan seluas 35.537 meter persegi senilai Rp500 miliar.

“Selebihnya, penyelamatan aset daerah berupa tanah dan bangunan pasar di sejumlah pemda seperti Kota Binjai, Bolmong, Kepri dan Jambi,” katanya.

Febri menambahkan, untuk kegiatan optimalisasi pajak daerah yang berhasil didorong KPK merupakan peningkatan pajak asli daerah kabupaten/kota dari pemasangan alat rekam pajak (tapping machine device) untuk pajak hotel, hiburan, restoran, dan parkir dari sejumlah daerah sebesar Rp699 miliar; optimalisasi penerimaan BPHTB dengan sistem Host-to-Host dan BPN dari pemda Riau, DKI Jakarta, Jawa Barat dan Papua Rp964 miliar; dan intervensi KPK untuk optimalisasi penerimaan pajak dari jenis pajak tingkat provinsi seperti PKB, PBBKB dan PAT dari enam provinsi Rp538 miliar.

Baca Juga: Terus Berikhtiar Melawan Korupsi, KPK Bentuk Tim Transisi
Poin Revisi UU KPK Ini Berpotensi Lemahkan Komisi Antirasuah

Sementara, terkait penyelamatan keuangan dari penghapusan pembebasan cukai rokok pada KEK Batam senilai Rp900 miliar, Febri mengatakan itu merupakan hasil kajian KPK. Salah satu rekomendasi KPK ditindaklanjuti oleh Kementerian Koordinator Perekonomian kepada Dirjen Bea Cukai untuk tidak lagi melayani permintaan pembebasan cukai rokok.

Program optimalisasi penerimaan daerah (OPD) dan manajemen aset daerah merupakan dua fokus pendampingan KPK kepada 34 Pemprov termasuk di dalamnya 542 kabupaten/kota melalui fungsi Koordinasi dan Supervisi Pencegahan (Korsupgah).

Kegiatan OPD mencakup penggalian potensi penerimaan daerah, salah satunya yang bersumber dari pajak. Selain itu, ada lima fokus lainnya, yakni perencanaan dan penganggaran yang berbasis elektronik (e-planning dan e-budgeting), pelayanan terpatu satu pintu (PTSP), pengadaan barang dan jasa, peningkatan kapabilitas aparat pengawas intern pemerintah (APIP), manajemen ASN, dan pengelolaan dana desa.

Berita Terkait

11 Orang Terjaring OTT KPK Diduga Terkait Impor Bawang Putih 11 Orang Terjaring OTT KPK Diduga Terkait Impor Bawang Putih
Kasus Suap DPRD Lampung Tengah, PNS dan Pengawal Diperiksa Kasus Suap DPRD Lampung Tengah, PNS dan Pengawal Diperiksa
Mendagri Bantah Kerja Sama APIP Lindungi Koruptor Mendagri Bantah Kerja Sama APIP Lindungi Koruptor

#kpk #Pemerintah Daerah #Keuangan #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar