Kolaborasi untuk Pengembangan Industri Konten Kreatif Asia

Asian Content Business Summit (ACBS) di Jakarta. (Foto:Kominfo)

Arah - Saat ini perkembangan industri konten kreatif khususnya di Indonesia berkembang sangat pesat. Hal ini tidak lepas dari pengaruh globalisasi yang memungkinkan perpindahan dari media tradisional ke media digital.

"Maka industri konten kreatif seperti animasi, games, dan musik bertumbuh dengan pesat," ujar Kepala Bekraf Triawan Munaf di sela-sela Asian Content Business Summit (ACBS) di Jakarta, pekan lalu.

Menurut Triawan, studi menunjukkan selama 5 tahun terakhir industri konten kreatif bertumbuh sebesar 6 persen per tahun. Pertumbuhan ini paling tinggi diantara negara berkembang lainnya.

"Saya percaya bahwa industri konten kreatif kan terus tumbuh dari tahun ke tahun,” katanya.

Direktur Media dan Industri Konten Kementerian Ekonomi, Perdagangan dan Investasi (METI) Jepang Mika Takagi mengatakan perkembangan media membuat masing-masing konten memiliki platform distribusi sendiri melalui saluran digital.

Karena itu, pelaku industri harus mampu mengikuti perubahan karena konsumen baru adalah generasi Z yang sangat digital dan lebih akrab dengan youtuber dari pada artis TV maupun film.

“Digitalisasi dan muncunyal perangkat canggih lainnya membuat perpindahan dari era di mana konten didistribusi dengan format media menuju konten tersebut bisa dinikmati di banyak perangkat di mana saja dan kapan saja. Jadi jika sebelumnya film hanya bisa dinikmati di bioskop, program tv hanya bisa dinikmati di TV, saat ini baik film dan program tv dapat dinikmati di smartphone atau komputer,” kata Mika.

Sementara itu, Fred Wang mengapresiasi pelaksanaan ACBS 2019. Menurutnya, gelaran seperti itu akan dapat menopang pengembangan industri kreatif di Asia.

“Dulu belum ada acara konferensi seperti ini. Dengan adanya acara ini, diharapkan akan berdampak kepada industri konten kreatif di Asia,” ungkapnya.

Momentum ACBS tahun ini juga dimanfaatkan untuk merejuvenasi situs menjadi www.acbsasia.com. Menurut Deputi Hubungan Antar Lembaga dan Wilayah Bekraf Endah Wahyu Sulistianti, selain wajah baru, website ini juga memberikan fitur-fitur baru serta dapat mengikuti progres dan perkembangan dari ACBS.

"Segala bahan presentasi dari meeting dan konferensi akan diunggah di situs tersebut. Berharapnya di situs ini akan menghasilkan pernyataan bersama (joint statement) atau komunikasi bersama (joint communique) yang akan menjadi panduan kita ke depannya," kata Endah.

Baca Juga: Hati-hati, Posting Foto Pose Jari V Bisa Undang Kejahatan
Koran Milik Orang Terkaya di Dunia Tutup, Ini Penyebabnya

ACBS merupakan platform Pan-Asia pertama yang mempromosikan pengembangan industri konten kreatif antarnegara di Asia, antara lainIndonesia, Jepang, Cina, Hong Kong, Taiwan, Korea Selatan, Singapura, Malaysia, Filipina, India, dan Thailand.

Tahun ini ACBS di Indonesia digelar bekerjasama dengan Akatara. Acara itu ditujukan untuk meningkatkan dan menustri kgembangkan industri konten di Asia.

Selain itu menjadi sarana guna membawa pemangku kepentingan antara lain pembuat keputusan, creative makers, dan sektor privat untuk memfasilitasi kerja sama dan kolaborasi dalam industri konten. 

 

Berita Terkait

Lewat IKKON Bekraf  Tinggkatkan Industri Kreatif Lokal Lewat IKKON Bekraf Tinggkatkan Industri Kreatif Lokal
RUU Ekraf Harus Bisa Urai Sejumlah Permasalahan RUU Ekraf Harus Bisa Urai Sejumlah Permasalahan
5.000 Petugas Kebersihan Dikerahkan Pada Malam Tahun Baru 5.000 Petugas Kebersihan Dikerahkan Pada Malam Tahun Baru

#Bekraf #Konten #industri kreatif #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar