Penawaran Mata Uang Kripto Telegram di AS Dihentikan

Mata uang kripto Bitcoin

Arah -Otoritas Amerika Serikat telah menghentikan penawaran token digital senilai 1,7 miliar dolar AS yang tidak terdaftar. Penawaran itu diberikan layanan pesan Telegram dan anak perusahaanya Telegram Open Network (TON).

Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) mengatakan telah menerima perintah penahanan sementara terhadap dua perusahaan yang menurut regulator menjual 2,9 miliar token digital "Gram" kepada investor awal secara global, termasuk 1 miliar kepada pembeli AS.

SEC telah menetapkan penawaran awal (ICO) adalah penawaran sekuritas, dan karenanya harus tunduk pada aturan penawaran SEC. Aturan tersebut mengharuskan perusahaan untuk mengajukan pendaftaran dan pengungkapan dokumen.

"Tindakan darurat ini dimaksudkan untuk mencegah Telegram membanjiri pasar AS dengan token digital yang kami duga dijual secara tidak sah," kata co-director Enforcement Division SEC, Stephanie Avakian, dikutip Antara dari Reuters, Minggu (13/10/2019).

Baca Juga: Michael McKinley Mundur dari Jabatan Penasihat Senior Menlu AS
Trump Utus Menteri Transportasi Hadiri Pelantikan Presiden Jokowi

Menurut SEC, Telegram berjanji memberikan koin kepada pembeli ketika meluncurkan sistem pencatatan transaksi digitalnya, atau biasa disebut blockchain, pada 31 Oktober. Pada saat itu perusahaan dan pembeli akan dapat menjualnya di pasar AS.

Berita Terkait

Tak Semua WNI Harus Deposit Rp25 Juta saat Bikin Paspor Tak Semua WNI Harus Deposit Rp25 Juta saat Bikin Paspor
Ini Komentar CEO Telegram Usai Aplikasinya Diblokir Kominfo Ini Komentar CEO Telegram Usai Aplikasinya Diblokir Kominfo
Tiru Kalsel, Sandiaga Janjikan Pasar Terapung di Kepulauan Seribu Tiru Kalsel, Sandiaga Janjikan Pasar Terapung di Kepulauan Seribu

#digital #Mata Uang Digital #Aplikasi pesan Telegram #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar