Turis Belum Banyak Padahal Ada Penerbangan Internasional, Kenapa?

Perajin menata miniatur pesawat terbang kayu jati, di Desa Sukorejo, Kecamatan Kota, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Selasa (11/4). Bersama perajin lainnya ia memperoleh pesanan 2.000 miniatur pesawat dari Maskapai Penerbangan Lion Air dengan harga Rp15.000 per pesawat. ANTARA FOTO/Aguk Sudarmojo/ama/17.

Arah - Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) mengaku belum merasakan dampak positif adanya penerbangan internasional yaitu rute Kunming, China-Solo dan Malaysia-Solo.

"Wisatawan mancanegara dari Kunming yang datang dari beberapa kloter belum bisa mendongkrak pasar yang ada," kata Humas dan Promosi PHRI Surakarta Sistho A Shrestho di Solo, Jawa Tengah, Rabu (16/10).

Ia mengatakan belum berdampaknya penerbangan internasional tersebut, salah satunya terlihat dari masih ada beberapa hotel besar yang penuh karena kegiatan MICE (meeting, incentive, convention, exhibition).

"Indikator lain yang mudah terlihat yaitu dari promo-promo di mal, adakah promo khusus untuk turis dari China maupun Malaysia," katanya.

Baca Juga: Waduh! Pemukim Yahudi Terobos Masuk Masjid Al-Aqsa, Ada Apa?
NASA Buka Lowongan Bagi Pelawak Untuk Misi Luar Angkasa

Terkait hal itu, ia berharap agar penerbangan Solo-Malaysia yang baru saja dibuka dapat segera dimanfaatkan oleh pelaku wisata, termasuk perhotelan dan restoran.

"Kota Solo dan sekitarnya harus segera membuat program untuk tetap menarik wisatawan mancanegara yang mau long stay di sini," katanya.

Justru keberadaan jalan tol, kata dia,  mampu memberikan dampak positif karena mampu membedah pasar Jawa Timur untuk memanfaatkan sektor pariwisata di Solo.

"Jika pemerintah dan stakeholder mampu bekerja sama dan mengatur dengan baik, maka hasilnya pun akan makin baik," katanya.

Sementara itu, berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Surakarta, mencatat per bulan Agustus 2019 jumlah penumpang yang datang melalui Bandara Adi Soemarmo sebanyak 72.196 orang, terdiri dari 71.546 penumpang penerbangan domestik dan 650 penumpang penerbangan internasional.

"Angka tersebut mengalami kenaikan sebesar 5,72 persen dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat 68.293 penumpang," kata Kepala BPS Kota Surakarta Totok Afirijanto.

Berita Terkait

Ini Alasan Jasa Marga Tutup Jalan Tol Karawang Barat II Ini Alasan Jasa Marga Tutup Jalan Tol Karawang Barat II
BPS: Tarif Pesawat Picu Inflasi Desember BPS: Tarif Pesawat Picu Inflasi Desember
Akibat Ulah Nenek Ini, Penerbangan Ditunda Sampai Lima Jam Akibat Ulah Nenek Ini, Penerbangan Ditunda Sampai Lima Jam

#Infrastruktur #Penerbangan Internasional #Persatuan Hotel dan Restoran (PHRI) #Badan Pusat Statistik (BPS) #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar