Jakarta Akan Miliki Trotoar Terintegrasi Transportasi Umum

Pejalan kaki berjalan di trotoar kawasan Sudirman, Jakarta, Senin (18/4). Pemprov DKI Jakarta berencana menghapuskan jalur lambat di kawasan Jalan Sudirman dan Jalan Thamrin, untuk memperluas jalur pejalan kaki (pedestrian) hingga 9,5 meter, menyusul pembangunan stasiun Mass Rapid Transid (MRT) yang akan segera direalisasikan. (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa/ama/16)

Arah - Pembangunan dan revitalisasi trotoar di DKI Jakarta selain untuk menghadirkan kesetaraan bagi masyarakat, juga untuk mengintegrasikan transportasi umum di wilayah tersebut.

"Revitalisasi trotoar ini juga dimaksudkan untuk integrasi transportasi umum di DKI Jakarta," kata Pejabat Pembuat Komitmen Infrastruktur Khusus Kegiatan Strategis Daerah Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta, Riri Asnita, dalam siaran pers, Rabu (16/10).

Riri menjelaskan, integrasi antara trotoar dengan moda transportasi ini juga sejalan dengan Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 66 Tahun 2019 untuk mengendalikan kualitas udara Jakarta.

Dengan Ingub ini, lanjut dia, warga Jakarta didorong untuk lebih mengutamakan aktivitas berjalan dan menggunakan transportasi umum, baik dari dan menuju tempat kerja maupun saat berwisata.

Baca Juga: Keren! Di Bawah Pimpinan Anies, Jakarta Telah Bangun 37 Taman
Waspada, Ini Wilayah Jakarta Terpolusi Pagi Ini

Riri mengatakan terintegrasinya trotoar dengan moda transportasi memberikan kenyamanan sekaligus mendorong warga untuk beralih dari kendaraan pribadi ke kendaraan umum.

"Transportasi publik yang terintegrasi dengan revitalisasi trotoar di Jakarta yakni Bus Transjakarta (BRT), Bus Reguler, KRL, dan MRT," kata Riri.

Pembangunan dan revitalisasi pedesterian ini adalah komitmen Pemprov DKI Jakarta menghadirkan kenyamanan dan keselamatan bagi seluruh pejalan kaki di Jakarta.

Kesetaraan tersebut tercermin dari tersedianya bidang kiring (ramp), paving kuning di trotoar (guiding block), hingga pemuatan instalasi dan aktualisasi karya seni di ruang-ruang terbuka yang bisa dinikmati setiap warga dengan bebas.

Revitalisasi trotoar telah dilakukan sejak 2017 sampai 2019 sepanjang 134 kilometer. Angka ini ditargetkan akan terus meningkat pada 2020, dengan menyiapkan revitalisasi trotoar sepanjang 47 kilometer dengan anggaran optimal hingga Rp1,1 triliun rupiah.

Untuk tahun ini revitalisasi trotoar diperluas ke lima wilayah kota administrasi di DKI Jakarta. Sebanyak 51 lokasi jalan di seluruh wilayah Jakarta yang mengalami revitalisasi trotoar dengan total anggaran sekitar Rp327 miliar rupiah.

Berita Terkait

Teknologi Cerdas Dukung Proyek Kereta Cepat Jakarta-Surabaya Teknologi Cerdas Dukung Proyek Kereta Cepat Jakarta-Surabaya
Peraturan untuk Becak Harus Dikaji Ulang Peraturan untuk Becak Harus Dikaji Ulang
Jadwal Operasi MRT Jakarta Fase I Jadwal Operasi MRT Jakarta Fase I

#Jakarta #TransJakarta #Trotoar #Transportasi #transportasi umum #Anies Baswedan #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar