Menkes Beri Nama Bayi Pengungsi Gempa Maluku

Menteri Kesehatan Nila Djuwita F. Moeloek menggendong seorang bayi saat mengunjungi rumah sakit darurat lapangan RSUD dr. Ishak Umarella, di Desa Tulehu, kecamatan Salahutu, kabupaten Maluku Tengah, Rabu (16/10). Menkes memberi nama "Eka Juwita Nilasari" kepada bayi perempuan tersebut. (ANTARA/Jimmy Ayal)

Arah -  Menteri Kesehatan Nila Djuwita F. Moeloek memberikan nama kepada seorang bayi perempuan yang lahir di rumah sakit darurat lapangan RSUD dr. Ishak Umarella di kompleks Universitas Darusalam (Unidar) Ambon di Desa Tulehu, Kecamatan Salahutu, Pulau Ambon, Kabupaten Maluku Tengah.

"Bayinya saya beri nama Eka Juwita Nilasari," ujar Menkes saat meninjau RS darurat lapangan di Desa Tulehu, Rabu.

Menteri Nila Djuwita yang didampingi Gubernur Maluku Murad Ismail serta sejumlah pejabat Kementerian Kesehatan sempat menggendong bayi perempuan yang merupakan anak ke empat pasangan suami istri Fahrizal Parry dan Ida Rufaida Lestaluhu.

Menkes berharap bayi tersebut akan tumbuh sehat dan kemudian hari menjadi anak yang berbakti kepada orang tua, serta mampu mewujudkan cita-citanya.

Dia juga menginstruksikan para dokter dan perawat RSUD dr. Ishak Umarella untuk memberikan pelayanan optimal kepada para pengungsi atau penyintas yang membutuhkan pelayanan kesehatan.

Para dokter dan perawat juga diingatkan untuk memberikan perawatan dan pelayanan terbaik kepada belasan balita yang lahir di rumah sakit darurat tersebut.

Ibu bayi Ida Rifaida Lestaluhu, mengaku senang dan berterimakasih kepada Menkes atas nama yang diberikan kepada buah hatinya tersebut.

"Saya senang sekali anak saya dikasih nama oleh Ibu Menteri. Kita merasa diperhatikan walaupun tinggal di tempat pengungsian seperti ini," katanya.

Dia berharap kelak anaknya dapat mengabdikan dirinya untuk banyak orang dengan mengikuti jejak Menkes Nila Djuwita yakni menjadi seorang dokter.

Ida bersama suaminya Fahrizal dan empat anaknya tinggal di lokasi pengungsian sementara di kompleks Unidar, menyusul gempa magnitudo 6,5 yang mengguncang Kota Ambon, Kabupaten Maluku Tengah dan Seram Bagian Barat (SBB) pada 26 September 2019.

"Saya sampai hari ini masih merasa takut karena gempa susulan masih terjadi, apalagi tiga orang anak yang masih kecil dan bayi yang baru lahir, tentu akan menyulitkan kami sekeluarga," katanya.

Baca Juga: Mengenang 10 Tahun Gempa Sumbar, Siap Siaga Hadapi Bahaya
2.675 Rumah Rusak Akibat Gempa di Maluku

Sebelumnya Wakil Gubernur Maluku, Barnabas Nataniel Orno juga memberikan nama kepada seorang bayi laki-laki yang lahir di lokasi pengungsian di Desa Tulehu.

Bayi laki-laki yang merupakan buah hati dari pasangan Rahman Pellu dan Hartini Ohorella tersebut diberi nama Muhammad Abas Orno Pelu.

Sedangkan Dirut RSUD dr. Ishak Umarella, Dwi Murti, mengatakan, sedikitnya 15 balita lahir di rumah sakit lapangan pascagempa yang mengguncang tiga daerah tersebut.(ant)

Berita Terkait

KPK Dorong LKPP Aplikasikan Sistem e-Commerce dalam e-Katalog KPK Dorong LKPP Aplikasikan Sistem e-Commerce dalam e-Katalog
Jumlah Pengungsi Banjir Sentani Terus Bertambah Jumlah Pengungsi Banjir Sentani Terus Bertambah
Polisi Sebut Habib Rizieq Banyak Menyangkal Selama Pemeriksaan Polisi Sebut Habib Rizieq Banyak Menyangkal Selama Pemeriksaan

#Gempa Maluku #Kemenkes #Nila Djuwita Anfasa Moeloek #pengungsi #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar