Cara Rasulullah Menyantap Makanan Yang Diragukan Kehalalannya

Ilustrasi makanan mengandung karbohidrat (Pixabay)

Arah - Sebagai Muslim, kita diwajibkan untuk selalu mengonsumsi makanan yang halal, karena selain mematuhi ajaran agama,dibalik kehalalannya itu, terdapat dampak yang baik bagi tubuh kita.

Jika kita bepergian ke luar negeri yang mana negeri yang kita kunjungi itu adalah negara minoritas Muslim, kita selalu waswas dengan status kehalalan makanan atau minuman yang dijual disana.

Walaupun si pemilik restoran tersebut terkadang memberitahu halal atau tidaknya makanan yang dijualnya.

Muncullah keraguan ketika akan mengkonsumsi makanan itu, karena takut akan bercampur dengan bahan-bahan yang tidak halal.

Agama Islam diturunkan ke dunia ini bukan untuk memberatkan perkara kehidupan manusia, justru Islam diturunkan untuk meringankan urusan kehidupan manusia.

Karena belum mengethaui cara mengonsumsi makanan yang diragukan kehalalannya, terkadang kita selalu waswas akan hal itu.

Jadi, lantas apa yang Rasulullah perintahkan ketika akan mengkonsumsi makanan yang diragukan kehalalannya?

Berikut Hadits yang menjelaskan tentang perkara ini:

"Bahwasanya ada suatu kaum yang berkata kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam sesungguhnya ada satu kelompok manusia yang datang kepada kami dengan membawa daging, kami tidak tahu apakah disembelih atas nama Allah ataukah tidak? Maka beliau menjawab : "Sebutlah nama Allah oleh kamu atasnya dan makanlah". Aisyah menjawab, "Mereka pada saat itu masih baru meninggalkan kekufuran." (Hadis Riwayat Bukhari No.2057)

Dalam Hadis lain, Rasulullah SAW bersabda :

“Sesungguhnya Allah telah memaafkan ummatku yang berbuat salah karena tidak sengaja, atau karena lupa, atau karena dipaksa” (HR Ibnu Majah, 1675, Al Baihaqi, 7/356, Ibnu Hazm dalam Al Muhalla, 4/4, di shahihkan Al Albani dalam Shahih Ibni Majah).

Juga:

Imam Ahmad, Muhammad ibn 'Umar Al Aslami, Al Baihaqi meriwayatkan bahwa Rasulullah didatangi dengan dibawakan sepotong keju di perang Tabuk. Lalu Rasulullah SAW bersabda, " Di mana ini dibuat?" Mereka menjawab, " Di Persia. Dan kami mengira bahwa ada campuran bangkai di dalamnya." Lalu Nabi berkata, " Makanlah."

Baca Juga: Hadis Jelaskan Bagaimana Perceraian Suami Istri di Mata Iblis
Dipenjara Jepang, Pejuang Ini Khatamkan Al Quran dan Hadits

Penjelasannya:

Riwayat-riwayat diatas dijadikan para ulama sebagai dasar hukum mengenai konsumsi makanan yang diragukan kehalalannya Jumhur (Mayoritas) ulama menyatakan menghindari najis atau keharaman pada makanan dilakukan dengan cara tidak memakannya jika diyakini makanan tersebut benar-benar mengandung najis.

Jika masih ragu dan tidak yakin akan kehalalannya, maka ketentuan tersebut tidak perlu dilakukan sehingga makanan itu tetap bisa dimakan.Bahkan jika diolah dengan benda yang najis, makanan tersebut kembali ke hukum asalnya yaitu halal.

Ketentuan ini dijelaskan oleh Syeikh Zainuddin Al Malibari dalam kitabnya, Fathul Mu'in.

"Kaidah penting, yaitu benda yang asalnya suci dan muncul prasangka kuat terkena najis sebab umumnya bersinggungan dengan najis, maka dalam menyikapinya ada dua pendapat yang dikenal berdasar dengan kaidah hukum asal. Dan yang dzahir atau yang umum, yang paling unggul adalah yang menyatakan benda itu suci, berdasar hukum asal yang telah diyakini. Karena itu yang lebih dapat dideteksi daripada keumuman yang berbeda-beda bergantung keadaan serta waktu. Hal tersebut seperti halnya pakaian jenis selubung, pakaiannya orang yang haid serta anak kecil. Serta wadah-wadah yang dicetak dengan najis, kertas yang umumnya dihamburkan pada najis, air ludah anak kecil, kain yang masyhur dibuat dengan lemak babi, dan keju Syam yang mashur dibuat dengan infahah (semacam bagian perut) babi. Dan sudah ada riwayat Nabi pernah dibawakan sepotong keju buatan orang Syam lalu memakannya dan tidak menanyakan perihal infahah. Hal ini dituturkan oleh Imam Ibn Hajar dalam Syarah Minhaj."

Berita Terkait

Ini Alasan Pemerintah Seoul Larang Orang Bawa Kopi ke dalam Bus Ini Alasan Pemerintah Seoul Larang Orang Bawa Kopi ke dalam Bus
Apa Varian Rasa yang Paling Disukai Orang Indonesia? Apa Varian Rasa yang Paling Disukai Orang Indonesia?
Daftarkan Produk, UMKM Makanan Dapat Keringanan 50 Persen        Daftarkan Produk, UMKM Makanan Dapat Keringanan 50 Persen

#hadis #hadits #Nabi #rasulullah saw #makanan #Cara Makan #minuman #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar