Tak Hanya Nama, Ini Perbedaan Kabinet Kerja vs Indonesia Maju

Presiden Joko Widodo mengikuti upacara pelantikan presiden dan Wakil Presiden di Gedung Nusantara, kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Minggu (20/10). (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/pras)

Arah -Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah melantik menteri dan wakil menteri kabinet periode kedua pemerintahanya. Susunan Kabinet Jokowi terdiri dari 34 menteri dan 12 wakil menteri.

Kebinet ini diberinama Kabinet Indonesia Maju, berbeda dengan sebelumnya yang disebut Kabinet Kerja. SElain nama, ada beberapa perbedaan lainnya antara Kabinet Jokowi-Jusuf Kalla dan Jokowi-Ma'ruf Amin. Apa saja perbedaannya?

1. Pelibatan KPK
Saat menyusun Kabinet Kerja 2014-2019, Jokowi melibatkan KPK dan PPATK. Sebelum membuat keputusan, Jokowi menyerahkan 43 nama calon menteri ke KPK dan 42 nama ke PPATK.

Penyerahan nama ke kedua lembaga itu untuk penelusuran rekam jejak calon menteri. Dari daftar yang diserahkan ke KPK, Jokowi mengatakan telah mencoret delapan nama namun tanpa menyebut nama.

Langkah itu seiring dengan tiga kriteria utama calon menteri yang diinginkan Jokowi. Ketiga kriteria tersebut adalah bebas dari beban pelanggaran hak asasi manusia (HAM) masa lalu, bersih dan bebas dari kasus korupsi, serta memiliki sensitivitas gender.

KPK tidak lagi dilibatkan Jokowi dalam penyusunan menteri pada pemerintahan periode keduanya yang diberinama Kabinet Indonesia Maju. Wakil Ketua KPK Laode M Syarif memahami pemilihan menteri adalah hak prerogatif presiden. Dia hanya berharap menteri yang ditunjuk presiden adalah orang-orang yang memiliki track record bagus.

Baca Juga: Jokowi Yakin Indonesia Akan Jadi Negara Ekonomi Terkuat di Dunia
Jokowi Dianggap Ingkar Janji Soal Pemerintah Ramping & Sederhana

2. Soal rangkap jabatan
Saat mulai menjabat presiden periode 2014-2019, Jokowi menginginkan menterinya tidak merangkap jabatan di partai politik. Dengan demikian para menteri bisa fokus dalam menjalankan tugas yang diembannya. Namun pada akhirnya ada juga petinggi parpol di Kabinet Kerja yang merangkap jabatan.

Pada pemerintahan periode kedua, Jokowi mengizinkan para menterinya merangkap jabatan. Menurut Jokowi, dari pengalaman sebelumnya, dirinya melihat tidak ada masalah menteri yang menjadi pengurus partai dalam menjalankan tugas.

3. Jumlah wakil menteri
Pada periode pertama pemerintahan Jokowi hanya ada tiga wakil menteri (wamen). Mereka mengisi tiga pos kementerian yakni Kementerian Luar Negeri, Kementerian Keuangan dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Berbeda dengan periode pertama, jumlah wakil menteri Kabinet Indonesia Maju bertambah menjadi 12 orang. Duabelas wamen itu mengisi Kementerian Luar Negeri, Kementerian Pertahanan, Kementerian Agama, Kementerian Keuangan, Kementerian PUPR, Kementerian LHK, Kementerian Perdagangan, Kementerian Desa PDTT, Kementerian Agraria dan Tata Ruang, Kementerian BUMN, dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Berita Terkait

Profesional Dominan, Ada Menteri Berusia Muda di Kabinet Jokowi Profesional Dominan, Ada Menteri Berusia Muda di Kabinet Jokowi
Ini Pernyataan Mahfud MD Usai Bertemu Jokowi Ini Pernyataan Mahfud MD Usai Bertemu Jokowi
Giliran Siti Nurbaya Menghadap Presiden Hari Ini Giliran Siti Nurbaya Menghadap Presiden Hari Ini

#kabinet baru #kabinet jokowi #Presiden Jokowi #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar