Fokus Menkominfo dari Penanganan Hoaks Hingga Cyber Security

Johnny G Plate (Antara)

Arah -Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Johnny Gerard Plate memaparkan program kerja kementeriannya selama liama tahun ke depan. Penekanannya pada dua prinsip utama yakni Government Public Relation (GPR) dan infrastruktur digital.

“Pada prinsipnya kegiatan Kominfo dibagi dua. Pertama adalah Informasi dan Komunikasi Publik (IKP), dengan menjadi government public relation (GPR) yang menginformasikan kebijakan-kebijakan negara. Sementara kegiatan Kominfo lainnya terkait hal teknis, khususnya infrastruktur digital dan ekonomi digital,” ujarnya di Jakarta.

Ada lima hal penting yang menjadi perhatian Kominfo dalam lima tahun ke depan:

1. Cyber Security
Cyber Security turut menjadi perhatian, di mana dibutuhkan konsolidasi bersama antar lembaga negara dalam mengatasi cybercrime.

“Bersama-sama dengan lembaga negara lainnya untuk memastikan menjadi cyber security dan cyber crime bisa diatasi. Kita berharap agar infrastruktur dan platform digital yang kita miliki bisa digunakan untuk kepentingan kemajuan bersama dalam menghadapi globalisasi.” katanya.

2. Penanganan hoaks
Menkominfo menyebut hoaks adalah racunnya demokrasi. Penanganan hoaks dengan dua pendekatan yang telah dilakukan selama ini, yakni pendekatan dari hulu dan hilir.

“Hulunya adalah dengan melakukan literasi digital yang membentuk kecerdasan perilaku. Sementara pada bagian hilir dilakukan tindakan seperti pemblokiran," kata Johnny.

Johnny mengajak masyarakat untuk menggunakan platform digital dengan penuh kecerdasan. Dia berharap masyarakat menggunakan platform digital dengan lebih cerdas untuk kemajuan bangsa.

Baca Juga: Kominfo Siapkan Strategi Untuk Dorong Ekonomi Digital
Gandeng Kominfo, KPPU Awasi Persaingan Usaha Ekonomi Digital

3. Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (RUU PDP)
Isu lain yang menjadi perhatian Kominfo adalah RUU PDP. Johnny meminta masyarakat turut berpartisipasi selama proses penyusunan agar menghasilkan UU PDP yang berkualitas.

“Kominfo akan meneruskan proses pembahasan yang bermaksud untuk melindungi hak dan kewajiban warga. UU PDP ini tidak ada maksud untuk membatasi lalu lintas informasi terkait kebebasan berbicara. Saya ajak partisipasi masyarakat dari awal agar menciptakan UU yang berkualitas,” ajak Johnny.

4. Pembangunan infrastruktur
Selain itu yang menjadi fokus Kominfo lainnya dalam 5 tahun ke depan adalah pembangunan infrastruktur. Selain pembangunan base transceiver station (BTS) di seluruh Indonesia, Kominfo akan mencari jalan dan program untuk mempercepat keterjangkauan informasi di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar) Indonesia.

“Dengan pembangunan infrastruktur, maka fokus infrastruktur digital dapat menjangkau rakyat kecil. Untuk saat ini Kominfo akan melanjutkan program Gerakan Nasional 1000 Startup Digital dan meningkatkan kapitalisasi startup. Kominfo siap menjadi regulator, memfasilitasi agar memudahkan mitra usaha, dan memberikan akselerasi agar ada percepatan pertumbuhan,” tambahnya.

5. Migrasi dari TV analog menuju TV digital
Hal terakhir yang menjadi perhatian Kominfo adalah migrasi dari TV analog menuju TV digital. Dia berharap Analog Switch Off (ASO) selambat-lambatnya dapat dilakukan pada tahun 2024.

“Akan berkomunikasi dengan TVRI untuk mempercepat proses pembentukan UU yang relevan. Bersama-sama menyelesaikan UU Penyiaran secapat mungkin, membuat satu roadmap agar Analog Switch Off selambat-lambatnya dilakukan 2024, dan sekarang melakukan simulcast di beberapa wilayah untuk peralihan analog ke digital,” pungkasnya.

Berita Terkait

Politikus Nasdem Masuk Jadi Menteri Komunikasi dan Informatika Politikus Nasdem Masuk Jadi Menteri Komunikasi dan Informatika
Presiden Jokowi Gelar Sidang Kabinet Indonesia Maju Perdana Presiden Jokowi Gelar Sidang Kabinet Indonesia Maju Perdana
Jokowi-Prabowo Bahas Peluang Koalisi Gerindra Jokowi-Prabowo Bahas Peluang Koalisi Gerindra

#Kemenkominfo #kabinet baru #kabinet jokowi #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar