Sedang Tren, Perlukah Teknologi Kecerdasan Buatan Dibatasi?

Ilustrasi kecerdasan buatan. (Pixabay)

Arah -Teknologi kecerdasan buatan tengah tumbuh dan menjadi tren. Ini memunculkan beragam pendapat termasuk dari pelaku usaha bidang teknologi, termasuk pendapat bagaimana pemerintah menyikapinya.

Mantan CEO Google Eric Schmidt mengatakan kecerdasan buatan merupakan sesuatu yang baru dan akan berkembang di masa depan. Karena itu, dia berharap pemerintah tidak mengaturnya dengan regulasi berlebihan.

"Apa batasan dari (kecerdasan buatan) ini? Menurut saya are aini merupakan sesuatu yang baru lahir tetapi akan menjadi sangat penting karena kecerdasan umum menjadi semakin mungkin di masa depan," ujarnya saat berpidato tentang etika kecerdasan buatan di Stanford University’s Hoover Institution.

Baca Juga: WhatsApp Tuduh Perusahaan Israel Mata-Matai Ponsel
Fokus Menkominfo dari Penanganan Hoaks Hingga Cyber Security

Dikutip dari Venture Beat, Selasa (29/10/2019), Eric menambahkan belum ada kesepakatan bersama tentang batasan kecerdasan buatan. Dia mengapresiasi penerapan kecerdasan buatan di berbagai bidang, seperti otomotif, obat-obatan, kesehatan dan lain-lain.

Dikatakan Eric, pemerintah perlu menahan diri dalam membuat regulasi teknologi karena industri kecerdasan buatan terus tumbuh.

"Saya akan berhati-hati dalam membangun struktur peraturan tambahan yang bersifat ekstralegal," kata Eric menanggapi usulan pembentukan agen federal baru untuk memantau algoritma yang digunakan perusahaan teknologi.

Berita Terkait

Google Kembangkan Konsol Dan layanan Streaming Game? Google Kembangkan Konsol Dan layanan Streaming Game?
Google Bantu NASA Temukan Dua Planet Baru Google Bantu NASA Temukan Dua Planet Baru
Levi's Gandeng Google Bikin Jaket Pintar Seharga Rp4,6 Juta Levi's Gandeng Google Bikin Jaket Pintar Seharga Rp4,6 Juta

#Kecerdasan Buatan #Google #teknologi #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar