Ulama: Buka Puasa di Gedung Tinggi Punya Perbedaan Waktu

Bur Khalia (Pixabay)

Arah - Bila anda tinggal di gedung yang sangat tinggi atau di permukaan yang lebih tinggi sepertinya anda harus mengatur kembali waktu imsak dan berbuka puasa anda.

Dikutip dari Gulfnews, Ahmad Al Haddad, Ulama Besar Dubai, menjelaskan bahwa ketika seseorang berpuasa Ia harus memastikan matahari terbenam sebelum berbuka. Tenggelamnya matahari akan terlihat lebih lama jika berada di tempat yang tinggi.

Menurut para astronom, matahari terbit lebih cepat dan dan terbenam lebih lambat di ketinggian yang lebih tinggi dibandingkan dengan lokasi yang sama di permukaan tanah.

Pesawat jelajah di ketingian 12.000 meter, misalnya, dengan variasi ketinggian sekitar linear yang berarti matahari terbenam lebih lambat satu menit untuk setiap 1,5 kilometer ketinggian, dan matahari terbit lebih awal oleh jumlah waktu yang sama.

“Begitu juga di gedung tinggi yang memiliki lebih dari 80 lantai harus memastikan jam berbuka puasa mereka, waktu makan mereka lebih cepat, dan waktu berbuka mereka lebih lambat,” kata Al Haddad, Minggu (12/6/2016).

Ia juga mengimbau masyarakat untuk memastikan waktu puasanya terhadap tenggelam dan terbitnya matahari.

“Masyarakat yang tinggal di gedung-gedung bertingkat harus mempertimbangkan perbedaan waktu, karena waktu malam lebih sedikit untuk mereka. (saat berbuka) mereka masih bisa melihat matahari, bagaimana mereka dapat mengakhiri puasa jika itu terjadi,” katanya.

Al Haddad mengatakan, orang di gedung pencakar langit harus mengambil perbedaan ini dalam pertimbangan, seperti mereka mempertimbangkan jika mereka berada di kota atau negara yang berbeda.

“Untuk Burj Khalifa (gedung pencakar langit di Dubai), perbedaan dalam buka puasa adalah sekitar dua menit kemudian bagi mereka yang tinggal antara 80 dan lantai 150, dan tiga menit di lantai yang lebih tinggi,” tegasnya.

Dia menambahkan, hal yang sama juga berlaku untuk waktu Sahur. Al Haddad juga menjelaskan keputusan itu berkaitan dengan pengaturan waktu puasa di pesawat.

"Orang-orang harus berbuka puasa sesuai dengan dimana posisi mereka, dengan kata lain, kondisi matahari terbenam pada saat  mereka berada. Jika seseorang berada di pesawat, tak otomatis berbuka sampai ia melihat matahari terbenam dan tak lagi terlihat," katanya. (Ratih Prastika)

Berita Terkait

Ini Kandungan Buah Kurma yang Jarang Orang Tahu Ini Kandungan Buah Kurma yang Jarang Orang Tahu
Awas! Ini Bahayanya Makan Sahur dengan Mi Instan Awas! Ini Bahayanya Makan Sahur dengan Mi Instan
 Telat Sahur, Tiga Makanan Ini Harus Ada Telat Sahur, Tiga Makanan Ini Harus Ada

#Buka Puasa Bersama #Buka puasa #arahramadan #Ramadan 1437 H #sahur

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar