Jokowi Ingin Ganti istilah Radikalisme Dengan Manipulator Agama

Presiden Joko Widodo memimpin rapat terbatas tentang Kebijakan Ekonomi Berkeadilan di Ruang Oval, Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa (31/1). Presiden menekankan bahwa pemerintah terus berupaya mewujudkan kemajuan kemakmuran dan kesejahteraan untuk bersama dengan semangat persatuan, gotong royong dan tanpa membedakan suku agama serta ras. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/pd/17

Arah - Belom lama ini Jokowi meminta jajarannya yang baru saja dilantik untuk mencegah merebaknya gerakan radikalisme yang ada di Indonesia.

Saat memimpin rapat terbatas terkait program Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Jokowi melempar wacana untuk mengubah istilah radikalisme dengan manipulator agama.

"Atau mungkin enggak tahu, apakah ada istilah lain yang bisa kita gunakan, misalnya manipulator agama. Saya serahkan kepada Pak Menko Polhukam untuk mengkoordinasikan masalah ini," kata Jokowi.

Presiden jokowi mengatakan, salah satu yang difokuskan pemerintahannya dalam lima tahun ke depan adalah pemberantasan radikalisme dan intoleransi. Presiden menginginkan dua program itu dilakukan secara konkret.

Baca Juga: Polri Temuankan Hal Signifikat Terkait Kasus Novel Baswedan
Puan Maharani: Ada Beberapa Tantangan yang Dihadapi Kapolri Baru

Dalam kesempatan yang sama Jokowi juga menyinggung penunjukan Fachrul Razi sebagai menteri agama. Posisi itu disoal sejumlah pihak karena latar belakang Fachrul yang merupakan mantan Panglima TNI.

"Terkait menteri agama, (pertama) sejarah juga telah ada menteri agama dari TNI. Kedua, kita ingin yang berkaitan dengan radikalisme, yang berkaitan intoleransi itu betul-betul secara konkret bisa dilakukan oleh kementerian agama," Tegas Jokowi.

Berita Terkait

Menteri Agama: Cadar Bukan Tolok Ukur Ketakwaan Seseorang Menteri Agama: Cadar Bukan Tolok Ukur Ketakwaan Seseorang
Menteri Agama Menyoroti Celana Cingkrang Di Kalangan Instansinya Menteri Agama Menyoroti Celana Cingkrang Di Kalangan Instansinya
Cerita Menag Usir Pejabat yang Tak Hormati Lagu Indonesia Raya Cerita Menag Usir Pejabat yang Tak Hormati Lagu Indonesia Raya

#Jokowi #Kemenag #Fachrul Razi #Aksi Radikalisme #AGAMA #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar