Turki Tegaskan Negaranya Bukan Hotel Untuk ISIS

Menteri Dalam Negeri Turki Suleyman Soylu (Foto/Ankara)

Arah - Menteri Dalam Negeri Turki Suleyman Soylu mengatakan negara asing mengambil jalan ke luar yang mudah dengan melucuti kewarganegaraan anggota ISIS. Dirinya pun mengkritik negara yang melucuti kewaganegaraan anggota kelompok teror tersebut untuk terbebas dari mereka.

Pernyataan Soylu dikeluarkan setelah Koutar S. dan Fatima H. ditangkap pada awal pekan lalu di Ibu Kota Turki, Ankara, setelah mereka secara tidak sah memasuki Turki dan mengajukan permohonan ke Kedutaan Besar Belanda di Ankara untuk pulang ke negara asal mereka.

Namun Pemerintah Belanda memulai proses perlucutan kewarganegaraan kedua perempuan tersebut yang juga adalah warga negara Maroko.

Baca Juga: Pimpinannya Tewas, ISIS Bersumpah Akan Balas Perbuatan AS
AS Klaim Telah Kubur Jasad Pemimpin ISIS al-Baghdadi di Laut

Kedua perempuan itu telah bertemu dengan anggota Da'esh/ISIS melalui jejaring, datang ke Turki pada 2013, dan secara tidak sah menyeberang ke dalam wilayah Suriah untuk menikah dengan anggota kelompok fanatik tersebut, Keduanya kembali ke Turki setelah suami mereka tewas di Suriah. kata Kantor Berita Turki, Anadolu.

"Ini bukan proses yang hanya dilakukan oleh Belanda, Inggris melakukan tindakan yang sama," kata Soylu kepada wartawan di Ankara.

"Jadi, orang-orang menjadi tidak memiliki negara, Kami (Turki) bukan hotel buat anggota Da'esh/ISIS dari negara manapun." tegasnya.

Soylu mengatakan Turki mengirim pelaku teror yang ditangkap di Suriah yang adalah warga negara asing ke penjara yang berada di Daerah Operasi Perisai Eufrat Turki (2016-17). Pelaku teror tersebut kemudian dikirim ke negara asal mereka.

Sebagai negara yang memerangi ISIS, Soylu menunjuk kesepakatan Turki dengan negara itu, mengatakan, "Kesepakatan ini terutama menyoroti pengekstradisian timbal-balik."

Berita Terkait

Anggota DPRD Ditangkap Densus, DPR Minta Klarifikasi Kapolri Anggota DPRD Ditangkap Densus, DPR Minta Klarifikasi Kapolri
Perangi Terorisme, Enam Negara Gandeng Perusahaan Medsos Perangi Terorisme, Enam Negara Gandeng Perusahaan Medsos
Diduga ISIS, Tikam Polisi Turki Hingga Tewas Diduga ISIS, Tikam Polisi Turki Hingga Tewas

#Turki #ISIS #Perangi Terorisme #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar