Begini Hukumnya Seorang Ayah Mencium Anak Perempuannya

Ilustrasi keluarga Muslim (Shutterstock)

Arah - Kita tidak menyangsikan bahwa seorang ayah adalah mahram bagi putrinya dan dibolehkan bagi si putri untuk tidak berhijab di hadapan ayahnya.

Yang mungkin jadi pertanyaan, bolehkah seorang ayah mencium putrinya yang sudah baligh dan sebaliknya?

Dari pertanyaan ini adalah perbuatan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam terhadap putrinya, Fathimah radhiallahu ‘anha, sebagaimana dikisahkan Aisyah radhiallahu ‘anha;

"Aku tidak pernah melihat seseorang yang lebih mirip dengan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam ucapan, berbicara maupun duduk daripada Fathimah. Biasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bila melihat Fathimah datang, beliau mengucapkan selamat datang padanya. Lalu beliau berdiri menyambutnya dan menciumnya, kemudian menggamit lengannya dan membimbingnya hingga beliau dudukkan Fathimah di tempat duduk beliau. Demikian pula jika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam datang kepada Fathimah, Fathimah mengucapkan selamat datang kepada beliau, kemudian berdiri menyambutnya, menggamit lengannya lalu mencium beliau." (Dinyatakan sahih oleh asy-Syaikh al-Albani rahimahullah dalam Shahih al-Adabil Mufrad no. 725)

Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah memberi jawaban dari pertanyaan di atas dengan fatwa beliau sebagai berikut;

"Tidak ada dosa bagi seorang ayah untuk mencium putrinya yang sudah besar ataupun yang masih kecil tanpa disertai syahwat".

Namun ciuman itu diarahkan ke pipi putrinya apabila putrinya telah dewasa sebagaimana hal ini telah tsabit dari perbuatan Abu Bakar ash-Shiddiq radhiallahu ‘anhu, beliau pernah mencium putrinya Aisyah radhiallahu ‘anha pada pipinya. (Dan ciuman itu tidak boleh pada bibirnya) karena ciuman pada bibir terkadang akan menggerakkan syahwat maka meninggalkannya lebih utama dan lebih hati-hati.

Baca Juga: Quran & Hadis Jelaskan 3 Hal Ini Jadi Tanda Ajal Kamu Sudah Dekat
Penjelasan Sederhana Akan Keberadaan Allah SWT

Demikian pula si putri, boleh baginya mencium ayahnya pada hidung atau kepalanya tanpa disertai syahwat. Adapun bila ciuman itu disertai syahwat maka haram bagi semuanya dalam rangka menutup fitnah dan menutup perantara yang mengantarkan pada perbuatan fahisyah (keji).” (al- Fatawa–Kitab ad-Da’wah 1/188, 189; Fatawa al-Mar’ah al-Muslimah, 2/547)

Asy-Syaikh Abdullah bin Humaid rahimahullah berkata;

"Tidak sepantasnya seorang lelaki mencium ibunya pada bibirnya. Demikian pula seorang ibu tidak pantas mencium putranya pada bibirnya, sebagaimana tidak pantas seorang ayah mencium putrinya pada bibirnya, atau seorang lelaki mencium saudara perempuannya, atau bibinya atau salah seorang dari mahramnya pada bibirnya".

Berita Terkait

10 Saksi Ambruknya Selasar BEI Diperiksa 10 Saksi Ambruknya Selasar BEI Diperiksa
Soal Dana Kampanye, Timses Paslon Pilgub DKI Saling Sindir Soal Dana Kampanye, Timses Paslon Pilgub DKI Saling Sindir
Donald Trump Suarakan Islam Radikal, Indonesia Tak Perlu Tersudut Donald Trump Suarakan Islam Radikal, Indonesia Tak Perlu Tersudut

#hadis #Hukum Islam #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar