Astaga, 511 Orang di Jawa Tengah Masih Terpasung

Ilustrasi Pasung/wikipedia

Arah -  Sebanyak 511 orang di Jawa Tengah diketahui terpasung.  Menurut data  Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Tengah, ratusan warga yang dipasung tersebut kebanyakan dalam kondisi gangguan jiwa berat. 

Kabid Pencegahan Pengendalian Penyakit Dinkes Jateng, Tatik Murhayati, menyebutkan tren pemasungan selalu meningkat drastis. Bahkan peningkatan drastis terjadi sejak 2013.

"Sejak 2013 sampai 2018 kemarin warga yang ditemukan dalam keadaan terpasung ternyata selalu meningkat. Malahan selama triwulan III hingga September 2019 saja sudah ada 511 orang yang terpasung," ujar Tatik, di Kantor Gubernur Jateng, Jalan Pahlawan Semarang, Rabu (6/11/2019). 

Ia menjelaskan hingga saat ini kasus pemasungan masih marak terjadi di Brebes, Kendal, Pati, Purwokerto dan Rembang. "Itu hasil laporan yang kita dapatkan dari tim penyisir yang bergerak ke setiap daerah. Kasus pasung yang banyak itu ya di Brebes, Pati, Kendal, Purwokerto, dan Rembang," jelasnya

Baca Juga: Quran & Hadis Jelaskan 3 Hal Ini Jadi Tanda Ajal Kamu Sudah Dekat
Jokowi: Pacul dan Cangkul Masih Impor, Ini Kebangetan

Menurutnya, pemasungan dilakukan oleh anggota keluarga agar penderita gangguan jiwa tidak membahayakan lingkungan sekitar. Namun, tindakan tersebut  salah kaprah yang kurang dipahami oleh setiap warga. Karena penderita gangguan jiwa sebenarnya bisa dibawa berobat di puskesmas. 

Selain itu, warga juga bisa merujuk penderita gangguan jiwa ke RSUD maupun RSJ. "Makanya, kita perlu menggencarkan penanganan preventif bagi orang yang menderita gangguan jiwa. Bila ditemukan gejalanya, jadi perlu dilakukan pemeriksaan ke puskesmas. Kalau tidak mampu baru ditangani RSUD dan RSJ," jelasnya. 

Sedangkan, Kepala Dinsos Jateng, Yusadar Armunanto menuturkan, kini masih harus menyisir ke sejumlah daerah untuk mencari para penderita gangguan jiwa yang dipasung. Penyisiran dilakukan oleh personel unit pelayanan sosial keliling (UPSK). 

Ia mengatakan proses pengobatan bagi penderita gangguan jiwa harus dikerjakan secara kontinyu agar penyakit psikotiknya dapat disembuhkan dengan maksimal. 

"Kalau telat minum obat bisa kambuh lagi. Maka pemahaman keluarga harus ditingkatkan. Masyarakat juga tidak boleh mengucilkan dia. Itu jadi kunci pendampingan bagi para penderita psikotik agar bisa sembuh," ungkapnya./ade

Berita Terkait

Kisah Ganjar Pranowo Menginap di Rumah Nenek Patonah di Tegal Kisah Ganjar Pranowo Menginap di Rumah Nenek Patonah di Tegal
Ganjar Ingin Bandara Blora Kembali Aktif Ganjar Ingin Bandara Blora Kembali Aktif
Nama Palembang Mendunia Akibat Asian Games 2018 Nama Palembang Mendunia Akibat Asian Games 2018

#Pasung #Rumah Sakit #Pasien Meninggal #jawa tengah #Ganjar Pranowo #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar