Edhy Prabowo: Tiongkok Siap Tingkatkan Penjualan Ikan Indonesia

Warga memilih ikan hasil tangkapan nelayan yang dilelang di Pelabuhan Perikanan Samudera Lampulo, Banda Aceh, Aceh, Kamis (18/5). Tangkapan nelayan sejak tiga pekan terakhir mulai meningkat sehingga harga ikan terutama jenis tongkol mengalami penurunan hingga 50 persen lebih. (ANTARA FOTO/Irwansyah Putra)

Arah -  Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo menyatakan Republik Rakyat Tiongkok menyatakan siap untuk meningkatkan perdagangan sektor perikanan termasuk hasil berbagai perikanan yang dibudidayakan di Indonesia.

Menteri Edhy Prabowo dalam acara Indoaqua 2019 di Jakarta, Kamis, menyatakan hal tersebut setelah Duta Besar Republik Rakyat Tiongkok berkunjung ke kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) beberapa hari lalu.

"Dubes Tiongkok menawarkan banyak hal, antara lain pasarnya (populasi Tiongkok) besar," kata Edhy Prabowo.

Menurut Edhy Prabowo, Dubes Tiongkok mengaku heran karena potensi budi daya Indonesia sangat besar tetapi saat ini belum mendominasi ekspor ke Tiongkok.

Menteri Edhy mengungkapkan bahwa Dubes Tiongkok memaparkan bahwa saat ini Indonesia masih menjadi pemasok ekspor nomor tujuh ke Tiongkok, padahal melihat berbagai potensi yang ada seharusnya RI berada di peringkat teratas.

Untuk itu, Edhy Prabowo juga mengajak berbagai pembudidaya agar jangan khawatir terhadap pemasaran hasil produksi mereka, karena pasti pemerintah akan selalu mencari jalan keluarnya.

Sebagaimana diwartakan, Republik Rakyat Tiongkok menjajaki peluang peningkatan kerja sama dalam sektor kelautan dan perikanan dengan Republik Indonesia, terutama karena kedua negara juga telah memiliki relasi yang baik dalam berkolaborasi.

"Indonesia memiliki wilayah perairan yang luas dan sumber daya bahari yang melimpah. Sementara Tiongkok memiliki pasar yang luar biasa besar," kata Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia, Xiao Qian, saat mengunjungi Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo, yang terjadi di Kantor KKP, Jakarta, 1 November 2019.

Baca Juga: Wow, Tiongkok Luncurkan Satelit Ke-7 Untuk Observasi Bumi
Tiongkok Optimis Jokowi Bawa Indonesia Lebih Maju

Xiao Qian mengemukakan Indonesia dan Tiongkok memiliki relasi yang baik. Selama ini, Indonesia menjadi salah satu mitra dagang Tiongkok yang cukup besar.

Pada tahun 2018 nilai volume perdagangan antara kedua negara mencapai 72,6 miliar dolar AS. Sementara nilai investasi Tiongkok di Indonesia mencapai 2,4 miliar dolar ASpada periode yang sama.

Xiao Qian melanjutkan kerja sama di bidang kelautan dan perikanan akan memperkuat relasi kedua negara.

Ia mengatakan setiap tahunnya Tiongkok melakukan impor produk perikanan sebesar 4 juta ton dari berbagai negara. Dari nilai tersebut, Indonesia baru mengekspor 200.000 ton produk perikanan atau lima persen dari kuota impor perikanan ke Tiongkok setiap tahunnya.

"Indonesia memiliki ruang kerja sama yang luar biasa besar. Jika kita memulai kembali kerja sama kelautan dan perikanan, saya yakin ekspor produk perikanan Indonesia ke Tiongkok pasti akan mencapai angka yang luar biasa besar," kata Dubes Tiongkok.

Berita Terkait

Pengiriman Kepiting Bakau Jambi Meningkat 207 Persen Pengiriman Kepiting Bakau Jambi Meningkat 207 Persen
NTT Ekspor 1,3 Ton Anggoli ke Singapura NTT Ekspor 1,3 Ton Anggoli ke Singapura
Indonesia Punya Potensi Jadi Produsen Perikanan Dunia Indonesia Punya Potensi Jadi Produsen Perikanan Dunia

#Perikanan #Bisnis Perikanan #industri perikanan #Perikanan Indonesia #china #Tiongkok #Indonesia #Penjualan #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar