Tangkal Radikalisme, BPIP Perkuat Sinergi dengan BNPT

Plt Kepala BPIP Hariyono (Antara/Muhammad Arief Iskandar)

Arah - Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) memperkuat sinergi dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) guna menangkal radikalisme dan terorisme. Kerja sama kedua lembaga terus diperkuat dan lebih komprehensif.

"BPIP memiliki Pusat Studi Pancasila (PSP) di kampus-kampus dan BNPT memiliki Forum Koordinasi Penanggulangan Terorisme (FKPT) di daerah-daerah. Saya harap ke depan PSP dan FKPT ini bisa saling bersinergi menanggulangi masalah ini," ujar Plt Kepala BPIP Hariyono dalam keterangan tertulis.

BPIP dan BNPT telah melakukan Memorandum of Outstanding (MoU). Dia berharap kerja sama BNPT-BPIP bisa memasok materi bagi para pengajar Pancasila untuk memberikan pemahaman kepada siswa, mahasiswa, dan masyarakat.

"Dengan adanya materi terkait radikalisme bisa dijadikan bahan materi dan diskusi para pengajar Pancasila untuk menyadarkan mahasiswa dan siswa bahwa ancaman itu sudah ada di sekitar kita. Untuk melawannya tentu harus dengan mengubah cara pandang dan pola pikir kita," tutur Hariyono

Hariyono mengatakan era globalisasi saat ini harus diterima dengan terbuka tetapi tetap dengan penuh kewaspadaan dan kehati-hatian. Para pahlawan dan pendiri bangsa telah memberi contoh bagaimana menghadapi globalisasi.

"Nasionalisme kita adalah nasionalisme yang bisa hidup di taman sari internasionalisme, seperti apa yang disampaikan Bung Hatta, kita harus bergaul dengan dunia luar, tetapi dalam bergaul dengan dunia luar diperlukan kewaspadaan dan kecerdasan. Karena itu globalisasi dan perkembangan teknologi informasi tidak perlu kita takuti," kata Hariyono.

Baca Juga: Kepala BPIP Sebut Tantangan Babinsa Perang Non Fisik
'Pancasila yang Terbaik Bagi Indonesia'

Menurut dia, radikalisme dan terorisme berkembang karena pengaruh ideologi kekerasan yang menyebar begitu masifnya, baik anak muda maupun orang tua bisa terpapar. Pancasila sebagai ideologi negara bisa hadir sebagai penetralisir terhadap ideologi-ideologi yang membahayakan tersebut.

"Indonesia lahir dari bangsa yang terjajah mental inlander menjadi bangsa yang merdeka, bangsa yang berpikir merdeka. Sedangkan terorisme itu sebenarnya bagian dari orang-orang yang tidak merdeka dalam berpikir. Seperti yang kita lihat di Suriah, di Irak, peradaban-peradaban besar manusia hancur karena pikiran yang tidak merdeka sehingga mereka saling meneror," pungkasnya.

Berita Terkait

Kepala BPIP Sebut Tantangan Babinsa Perang Non Fisik Kepala BPIP Sebut Tantangan Babinsa Perang Non Fisik
Menkopolhukam Lempar Pujian Terhadap Kinerja BNPT Menkopolhukam Lempar Pujian Terhadap Kinerja BNPT
Inggris Larang Elektronik Tertentu Dibawa ke Kabin Pesawat Inggris Larang Elektronik Tertentu Dibawa ke Kabin Pesawat

#BPIP #BNPT #Pancasila #Radikalisme #Terorisme #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar