Gempa Guncang Pangandaran

Gempa berkekuatan 7,8 skala richter dengan kedalaman 23 kilometer yang Mengguncang Selandia Baru Pada November 2016 (Foto: twitter/@JMorleyChoice)

Arah -  Gempa tektonik berkekuatan 4.1 dengan kedalaman 26 Kilometer terjadi di laut pada jarak 86 Kilometer Barat Daya Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat pada pukul 08.19 WIB. Analisis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofosika (BMKG), menunjukkan bahwa titik koordinat pusat gempa bumi terletak pada koordinat 8.2 LS - 107.89 BT.

Kepala Balai BMKG Wilayah II Tangerang Hendro Nugroho mengatakan dampak gempa bumi yang digambarkan oleh peta tingkat guncangan (shakemap) BMKG dan berdasarkan laporan dari masyarakat, gempa bumi ini dirasakan di wilayah Pangandaran dengan Skala Intensitas II - III MMI. Namun sebut Hendro, hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan sebagai dampak gempa bumi tersebut. 
"Ditinjau dari lokasi epicenter dan kedalaman hiposenternya tampak bahwa gempa bumi yang terjadi merupakan gempa bumi dangkal akibat aktivitas Zona Subduksi Lempeng Indo-Australia yang menyelusup menunjam kebawah Lempeng Eurasia," kata Hendro dalam keterangan resminya, Bandung, Sabtu, 9 November 2019.
Hingga laporan pukul 08.38 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock). Hendro mengatakan kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan terus mengikuti informasi dari BMKG, karena BMKG akan terus memantau perkembangan gempa bumi tersebut.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan wilayah Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat dan sekitarnya sebelumnya pernah diguncang gempa bumi tektonik pada 1 November 2019 pukul 15.38 WIB. Gempa bumi waktu itu berkekuatan 4.9 berpusat di koordinat 8.16 LS - 107.89 BT, tepatnya berada di laut pada jarak 84 Kilometer Barat Daya Kabupaten Pangandaran dengan kedalaman 31 Kilometer.
"Ditinjau dari lokasi epicenter dan kedalaman hiposenternya, tampak bahwa gempa bumi yang terjadi merupakan gempa bumi dangkal. Hal itu akibat adanya aktivitas gempabumi di intraslab Lempeng Eurasia," jelas Hnedro pada waktu itu.
Dalam kurun waktu pertengahan sampai menjelang akhir tahun 2019, wilayah Pangandaran acap kali terjadi gempa tektonik. Lokasinya hampir sama yaitu di laut dengan kedalaman yang mirip serta berkekekuatan minimal 4. 
Pada tanggal 31 Oktober 2019 terjadi gempa tektonik berkekuatan 4.8 dikedalaman 25 Kilometer pukul 08.56 WIB, mengguncang laut pada jarak 64 Kilometer Barat Daya Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Sementara pada 27 Juli 2019, gempa berkekuatan 4.9 di kedalaman 12 Kilometer mengguncang Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, tepatnya berada di laut. 
Pusat lindu berada pada jarak 78 Kilometer Barat Daya Kabupaten Kabupaten Pangandaran. Untungnya seluruh gempa tersebut tidak memicu gelombang Tsunami./Arie Nugraha/
 

Berita Terkait

Gempa Banten, Buat Jakarta Terguncang Gempa Banten, Buat Jakarta Terguncang
Mengapa Gempa Bumi Bisa Terjadi? Ini Penjelasannya Mengapa Gempa Bumi Bisa Terjadi? Ini Penjelasannya
Mengapa Gempa Bumi Sulit Diprediksi? Ini Penjelasannya... Mengapa Gempa Bumi Sulit Diprediksi? Ini Penjelasannya...

#gempa #Gempa Bumi #Gempa Pangandaran #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar