Din Syamsudin Perkenalkan Bhineka Tunggal Ika di Baku Azerbaijan

Prof. Din Syamsuddin dan Duta Besar RI untuk Azerbaijan Prof. Dr. Husnan Bey Fananie M.A (Sumber KBRI Baku)

Arah - Selama dua hari berturut-turut telah diselenggarakan II Baku World Religious Summit Leaders, tepatnya pada 14 – 15 November 2019, di Baku Convention Centre. Indonesia diwakili oleh Prof. Din Syamsuddin dan Anggia Ermarini.

Kepada KBRI Baku, Prof. Din Syamsuddin menjelaskan bahwa dalam pertemuan puncak para pemuka agama dari seluruh dunia ini, ia memberikan beberapa pernyataan.

“Kami membahas beberapa isu di dalam forum ini, salah satunya membahas the absence of peace, yang sekarang menjadi masalah dan tantangan dunia,” jelasnya di KBRI Baku, Azerbaijan.

Baca Juga: Fahri Hamzah Dukung Ahok Bongkar Korupsi di PLN dan Pertamina
Warga Sunter Digusur, Tina Toon: Wong Cilik Jadi Makin Sengsara!

“Kami berbagi pengalaman kehidupan bernegara di Indonesia yang berdasarkan pada Pancasila dengan motto Bhineka Tunggal Ika, ini yang sekarang dilirik di mata dunia. Bahwa bentuk yang diimplemantisikan di Indonesia yang masyarakatnya majemuk ini adalah sebuah solusi bagi kehidupan dunia yang multikultural.” tambahnya.

Di akhir acara yang diperakarsai oleh Presiden Republik Azerbaijan, Ilham Aliyev, bersama dengan petinggi tokoh agama di negara kaya minyak ini, Sheikh-ul-Islam Allahshukur Pashazade, sekitar 150 pemuka agama dari berbagai negara dan agama ini menandatangani Deklarasi Baku.

Dalam pemaparannya Prof. Din Syamsuddin menyampaikan beberapa hal yang bersifat praktis dalam mewujudkan perdamaian dan mengembangkan kerukunan antar umat beragama.

Ia menjelaskan perlunya upaya yang dapat dilakukan bersama dalam membangun perdamaian dunia. Seperti perlunya merumuskan titik temu dari agama-agama dalam bentuk teologi bersama tentang multikulturalisme dan hidup berdampingan secara damai.

Kedua, ia menjelaskan perlunya ada teologi jalan tengah atau middle path, di mana setiap agama memiliki ajaran tersebut. Dan yang ketiga, perlu adanya peningkatan dari dialog kata-kata ke dialog perbuatan.

Di mana dialog perbuatan ini sudah mulai dipraktikan oleh para pemuka agama di Indonesia, dalam bentuk kerjasama antar agama untuk menanggulangi bencana alam, kerjasama dalam isu iklim dan lingkungan dan lain sebagainya.

Berita Terkait

Ini Langkah MUI Memediasi Perseteruan Megawati dan Habib Rizieq Ini Langkah MUI Memediasi Perseteruan Megawati dan Habib Rizieq
Berang Fatwa MUI Dikriminalisasi, Din Sindir Kapolri Berang Fatwa MUI Dikriminalisasi, Din Sindir Kapolri
Presiden Jokowi Lantik Djoko Setiadi Sebagai Kepala BSSN Presiden Jokowi Lantik Djoko Setiadi Sebagai Kepala BSSN

#Din Syamsuddin #Husnan Bey Fananie #Azerbaijan #Baku #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar