Hanya 2 Negara Raih Hasil Sempurna di Kualifikasi Piala Eropa

Pelatih Timnas Italia Roberto Mancini (Foto:Twitter @robymancio)

Arah - Sempurna, kata itu milik Timnas Italia dan Belgia di Kualifikasi Piala Eropa 2020. Kedua tim sama-sama lolos ke putaran final turnamen empat tahunan negara-negara Benua Biru dengan nilai sempurna, 30 poin dari 10 pertandingan.

Torehan 30 poin dari 10 laga tak sekadar angka maksimal tetapi juga menjadi pembuktian konsistensi selama kualifikasi. Konsistensi baik di laga kandang maupun tandang kunci sukses  Italia dan Belgia menuju kesempurnaan.

Superioritas Italia di Grup J tak terbendung, Selain Italia, grup ini dihuni Finlandia, Yunani, Bosnia Herzegovina, Armenia dan Leichtebstein.

Gli Azzurri menutup laga kualifikasi dengan pesta gol ke gawang Armenia. Mereka mengakhiri laga di Stadion Renzo Barbera, Palermo, Selasa (19/11/2019) dinihari WIB dengan skor akhir 9-1.

Ini untuk pertama kalinya sepanjang sejarah, Italia menyapu bersih 10 pertandingan kualifikasi Piala Eropa dengan kemenangan. Pencapaian ini dilengkapi dengan ketajaman Italia yang melesakkan 37 gol dan hanya kebobolan 4 kali.

Setali tiga uang, Belgia tak kalah beringas dengan merajai Grup I. Performa gemilang Eden Hazard dkk tak mampu dibendung Rusia, Skotlandia, Siprus, Kazakhstan dan San Marino yang berada satu grup dengan mereka.

Pada laga pamungkas Grup I Kualifikasi Piala Eropa 2020 di Stade Roi Baudouin, Rabu (20/11/2019) dinihari WIB, Belgia tanpa ampun menghajar Siprus dengan skor akhir 6-1.

Ini menjadi kemenangan ke-10 Belgia dari 10 pertandingan. Dari sisi produktivitas, ketajaman Belgia juga tak perlu diragukan. Tim arahan Roberto Martinez 40 kali membobol gawang lawan dengan hanya kebobolan 3 gol.

Mungkin banyak yang sudah memprediksi sebelum babak kualifikasi dimulai, Belgia tidak akan kesulitan mendapatkan satu tiket ke Piala Eropa 2020. Prediksi ini tak lepas dari pencapaian mereka sebagai semifinalis Piala Dunia 2018.

Berbeda dengan Belgia, Italia mengawali kualifikasi dengan dibayangi 'trauma' kegagalan mereka berpartisipasi di Piala Dunia 2018. Tapi Roberto Mancini yang ditunjuk sebagai suksesor Gian Piero Ventura sejak 14 Mei 2018 mampu mengembalikan Italia ke tempat yang seharusnya dimana mereka berada.

Baca Juga: Italia Sempurna, Mancini Tak Terlalu Silau dengan Rekor
Sempurna di Kualifikasi Piala Eropa, Sudah Cukupkah Modal Italia?

Namun tentu saja Italia dan Belgia tidak bisa berpuas diri hanya dengan hasil positif di kualifikasi karena jalan masih panjang. Persaingan sesungguhnya baru akan terjadi di putaran final Piala Eropa tahun depan dimana mereka akan bersaing dengan tim-tim kuat lainnya.

Mancini menyadari sepenuhnya itu sehingga tidak terlalu berpuas diri, apalagi larut dalam eforia berlebihan. Eks manajer Inter Milan dan Manchester City itu mengatakan pencapaian di kualifikasi akan menjadi lebih bernilai jika akhirnya Italia bisa menjadi juara Piala Eropa 2020.

"Mari kita lihat apa yang akan terjadi di Piala Eropa 2020. Sebelumnya kami tak pernah memenangkan 10 laga kualifikasi, kami punya waktu enam bulan untuk mempersiapkan diri, dan sayangnya saya hanya bisa membawa 23 pemain. Jika kami bisa terus bermain seperti ini, tentu luar biasa," ujarnya kepada Rai Sport.

Menarik untuk ditunggu, apakah Italia dan Belgia bisa melanjutkan kesempurnaan mereka dengan memenangi trofi Piala Eropa 2020.

Berita Terkait

Menang 9 Kali Beruntun, Pelatih Italia Ini Samai Rekor 80 Tahun  Menang 9 Kali Beruntun, Pelatih Italia Ini Samai Rekor 80 Tahun
Sempurna di Kualifikasi Piala Eropa, Sudah Cukupkah Modal Italia? Sempurna di Kualifikasi Piala Eropa, Sudah Cukupkah Modal Italia?
Italia Sempurna, Mancini Tak Terlalu Silau dengan Rekor Italia Sempurna, Mancini Tak Terlalu Silau dengan Rekor

#Roberto Mancini #piala eropa 2020 #Timnas Italia #Timnas Belgia #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar