Soal Kenapa Penusukan Wiranto Bisa Terjadi, Ini Penjelasan BNPT

Kasus Penusukan Wiranto (Antara)

Arah - Kepala BNPT, Komisaris Jenderal Polisi Suhardi Alius, mengatakan, permasalahan teror di Banten tersebut akan ditindaklanjuti sebagai pelajaran semua terkait standar keamanan pejabat saat datang ke suatu lokasi.

Menurut dia, koordinasi telah mereka lakukan lintas kementerian dan Deputi Penindakan BNPT telah turun ke lapangan.

Deputi Bidang Penindakan dan Pembinaan Kemampuan BNPT, Brigadir Jenderal Polisi Budiono Sandi, mengatakan, BNPT telah memberikan masukan dan informasi intelijen kepada Polri khususnya Densus 88 anti-teror sebelum kejadian penusukan yang dialami mantan Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Wiranto.

Baca Juga: Menteri Basuki Kesal Soal Investor Dikasih Duduk Di Belakang
Politisi Golkar: Kubu Bamsoet Tak Perlu Jelek-jelekan Airlangga

Ia mengatakan informasi itu berupa data intelijen mengenai jaringan terorisme yang ada di Pandeglang, Banten dan berpotensi melakukan serangan.

"Kami sampaikan bahwa dalam kasus kejadian Wiranto dari BNPT sudah memberi masukan. Kami input pada Polri khususnya Densus 88, baik berupa informasi intelijen dan lainnya, mengenai jaringan teroris yang ada di Pandeglag yang berpotensi melakukan serangan terorsime," kata Sandi.

Berita Terkait

BNPT: Cadar dan Celana Cingkrang Itu Bukan Ciri Terorisme! BNPT: Cadar dan Celana Cingkrang Itu Bukan Ciri Terorisme!
Menkopolhukam Lempar Pujian Terhadap Kinerja BNPT Menkopolhukam Lempar Pujian Terhadap Kinerja BNPT
DPR Pertanyakan Kinerja BNPT Soal Terjadi Aksi Teror di Banten DPR Pertanyakan Kinerja BNPT Soal Terjadi Aksi Teror di Banten

#BNPT #Banten #Terorisme #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar