Dugaan DPRD DKI Soal Kasus Bank DKI Kebobolan 32 MIliar

Anies Baswedan dan Politisi Gerindra Mohammad Taufik (Foto: Arah.com/ Restu)

Arah - Terkait kasus dugaan pembobolan Bank DKI Jakarta hingga menyebabkan kerugian Rp32 miliar, DPRD DKI Jakarta menduga ada kesalahan sistem perbankan yang terjadi.

"Kasus bobolnya uang di Bank DKI, menunjukkan sistem perbankan di sana ada yang keliru," kata Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Mohamad Taufik.

Politisi Partai Gerindra tersebut menambahkan, sistem perbankan di Bank DKI harus dievaluasi secara menyeluruh sehingga bisa meyakinkan nasabah bahwa Bank DKI jauh dari persepsi rawan dibobol.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebutkan substansi kasus pembobolan Bank DKI hingga diduga merugikan sekitar Rp32 miliar melalui mesin ATM Bank Bersama dijelaskan oleh pihak bank, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan kepolisian.

Baca Juga: Sah! Resmi Ahok Jabat Komisaris Utama PT Pertamina
Jadi Komisaris Pertamina, Erick Thohir Minta Ahok Mundur dari PDIP

"Mengenai substansi persoalannya, yang menjelaskan adalah bank, OJK dan polisi. Karena ini adalah tindakan pribadi dari oknum yang diduga, bukan dalam kaitan pekerjaannya," kata Anies di Balai Kota Jakarta, Jumat (22/11).

Anies kembali menegaskan bahwa dirinya tidak menyentuh substansi kasus tersebut, meski Pemprov DKI Jakarta dinilai memiliki daya untuk mendorong Bank DKI membenahi sistem internalnya karena ada kecurigaan kesalahan sistem tersebut.

Berita Terkait

Ditanya Kasus ATM Bank DKI Dibobol 32 Miliar, Begini Jawaban Anies Ditanya Kasus ATM Bank DKI Dibobol 32 Miliar, Begini Jawaban Anies
Djarot Tidak Tahu Kenapa Program Anies-Sandi Ditolak APBD-P Djarot Tidak Tahu Kenapa Program Anies-Sandi Ditolak APBD-P
Ini Usulan Rancangan Perda DKI yang Sedang Digodok DPRD Ini Usulan Rancangan Perda DKI yang Sedang Digodok DPRD

#Bank DKI #Anies Baswedan #Mohammad Taufik #Gerindra #DPRD DKI Jakarta #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar