Wow! Dapat Bertahan Hingga 40 Tahun, Inilah Desain Baterai Nuklir Milik UGM

Prototype Baterai Nuklir 40 Tahun UGM (Istimewa)

Arah -  Kemajuan dan perkembangan sains di Indonesia di bidang nuklir kembali menciptakan sebuah penemuan penting. Universitas Gajah Mada (UGM) berhasil membuat prototype baterai nuklir yang diklaim bisa bertahan hingga 40 tahun lamanya. Hal ini merupakan lompatan besar dalam perkembangan nuklir dalam negeri.

Desain batere ini berbentuk tabung, baterai tersebut memakai sumber energi dari radiasi plutonium (PU) 238, yang tak lain merupakan limbah thorium. Bahkan kabarnya baterai ini dapat dikembangkan sebagai sensor jika nantinya diproduksi secara massal.

Berdasarkan penuturan dari Asisten Peneliti Lembaga Kerja Sama Fakultas Teknik (LKFT) UGM, Ely Ismail, baterai tersebut memiliki sel surya yang ditanam di dalamnya, agar menghasilkan tenaga (output) lebih besar. Sumber energinya sendiri diambil dari radiasi plutonium (PU) 238 yang merupakan limbah thorium.

Foto: Istimewa


Jika dibandingkan dengan baterai jenis lithium, yang mana merupakan salah satu jenis baterai yang paling populer digunakan kini, prototype baterai nuklir di atas bisa bertahan selama 40 tahun dibandingkan baterai lithium yang hanya bertahan dalam hitungan bulanan.

Daya yang dikeluarkan pun mencapai 20 nano watt dan bisa ditambah sesuai kebutuhan selama penelitian. Jika digunakan untuk seperti pengisian daya laptop dan lainnya, baterai nuklir masih memerlukan penelitian lebih lanjut. Hal ini dikarenakan pemakaian sehari-hari harus memerlukan daya yang berukuran mikro.

Foto: Istimewa

Sejatinya, projek pengembangan prototype baterai nuklir ini digagas sejak tahun 2016 silam, dan baru aktif pada 2017. Menurut Ketua Tim Pengembangan Baterai Nuklir UGM, Yudi Utomo Imardjoko, menjelaskan bahwa mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan yang awalnya membiayai penelitian tersebut. Kini, hal tersebut dilanjutkan oleh Balitbang Kemhan sejak dua tahun terakhir.

Baca Juga: Keren! Inilah Tampilan Tank Pemadam Kebakaran Buatan PT Pindad dan Rusia
Hadiah Rp21 Miliar Jika Bisa Bobol Google Pixel, Mau Coba?

Berdasarkan uraian diatas, sumber utama dari prototype baterai nuklir berasal dari radiasi plutonium (PU) 238 yang merupakan limbah daripada thorium. Masalahnya, Indonesia harus mendatangkan senyawa tersebut dari AS atau Rusia. Harganya pun luar biasa mahal, Harga per keping PU 238 yang sebelumnya 12 dolar AS, melonjak drastis menjadi 8.600 dolar AS per keping ketika sampai di Indonesia.

Mempunyai rencana untuk bisa membangun membangun reaktor thorium sendiri, Indonesia telah memiliki 10 ahli nuklir yang sudah membuat desainnya. Menurut Dahlan Iskan. “Kita tidak perlu impor lagi kalau punya reaktor thorium. Nah itu desain sudah jadi oleh 10 top ahli nuklir indonesia kebetulan saya yang membiayai. Desain itu sudah jadi terus bagaimana cara mewujudkannya itu, tinggal itu".

Pencapaian dan kesuksesan para peneliti di UGM menciptakan baterai nuklir di atas memang patut diapresiasi. Tidak hanya bakal menjadi salah satu sumber energi alternatif, inovasi ini juga menunjukkan betapa Indonesia sebenarnya memiliki talenta dan SDM yang mumpuni untuk mengembangkan teknologi di bidang nuklir.

Berita Terkait

UGM Kembangankan Prototipe Batere Nuklir UGM Kembangankan Prototipe Batere Nuklir
Masalah yang Harus Diatasi dalam Pengembangan Kendaraan Listrik Masalah yang Harus Diatasi dalam Pengembangan Kendaraan Listrik
Keren! Peneliti Kembangkan Baterai Berasal dari Gula Keren! Peneliti Kembangkan Baterai Berasal dari Gula

#Baterai #Baterai Laptop #Nuklir #UGM #Universitas Gadjah Mada (UGM) #Dahlan Iskan #Menteri BUMN #Eksperimen #teknologi #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar