Pesan Presiden kepada Kementerian dalam Membuat Kebijakan

Presiden Jokowi menyampaikan Presidential Lecture Mengenai Internalisasi dan Pembumian Pancasila, di Istana Negara, Jakarta, Selasa (3/12). (Foto: Rahmat/Humas) \

Arah -Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengemukakan, dalam setiap kepemimpinan apapun, baik di lembaga, maupun kementerian di negara manapun, yang namanya ideologi seharusnya dipegang oleh pemimpin-pemimpin di lembaga maupun kementerian itu.

“Begitu juga kita, mestinya di setiap kementerian, di setiap lembaga, di jajaran TNI, Polri, Jaksa Agung, BIN semuanya sama. Kepemimpinan harus memegang yang namanya ideologi, tanpa juga harus kita sampaikan, tetapi rasa memiliki ideologi itu kelihatan,” ujar Presiden Jokowi dalam Presidential Lecture Mengenai Internalisasi dan Pembumian Pancasila, di Istana Negara, Jakarta, Selasa (3/12/2019).

Acara yang digagas Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) tersebut dihadiri Ketua Dewan Pengarah BPIP Megawati Soekarnoputri, anggota Dewan Pengarah Sudhamek Wakil, Andreas Anangguru Yewangoe, Buya Ahmad Syafii Maarif, para menteri kabinet Indonesia Maju dan para kepala lembaga pemerintah.

Ditegaskan Presiden seperti dilansir setkab.go.id, tidak mungkin negara sebesar Indonesia bisa kokoh bersatu kalau ideologinya berbeda-beda. Karena itu, Presiden meminta agar setiap produk kebijakan, regulasi dan perundangan, menampakkan rasa ideologi Pancasila.

“Sekali lagi, setiap produk kebijakan, produk regulasi, produk undang-undang, rasa ideologi Pancasila itu harus ada. Kalau tidak, sekali lagi, enggak tahu mau ke mana kita,” tegas Presiden Jokowi.

Presiden memberikan contoh, hal yang berkaitan dengan Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Indonesia Pintar (KIP, Program Keluarga Harapan (PKH).

“Lihat lebih dalam lagi ada apa di situ. Kemanusiaan, perikemanusiaan, ada di situ. BBM satu harga, ada ideologinya di situ? Saya jawab, ada, saya pastikan ada. Keadilan Sosial ada di situ. Infrastruktur, jangan dilihat tidak ada ideologinya. Orang hanya melihat fisiknya atau orang hanya melihat urusan ekonominya. Tidak, ini adalah mempersatukan. Di situ ada persatuannya,” tegas Presiden.

Presiden meyakini setiap program para menteri atau kepala lembaga ada rasa ideologi Pancasilanya. Tapi Presiden mengingatkan, yang dilihat sekarang ini bagaimana membumikannya.

“Ini yang jauh lebih penting,” katanya.

Selain itu, Presiden juga meminta agar target penyebaran ideologi Pancasila difokuskan kepada anak-anak muda.

"Kita membawa negara sebesar ini 260 juta target ke depan nilai-nilai ini ditransfer ke siapa? Demografi kita ke siapa? Anak-anak muda kita, merekalah yang mau kita kejar karena ke depan ada 129 juta anak-anak muda, hampir 48 persen, kalau tidak mengerti masalah ideologi, tidak ngerti masalah Pancasila berbahaya negara ini," ujar Presiden seperti dikutip dari antara.

Baca Juga: BPIP Tegaskan Korupsi Bertentangan dengan Pancasila
BPIP Minta Kota Banyuwangi Tetap Rawat Toleransi

Presiden memerintahkan para menteri dan kepala lembaga untuk memahami cara berkomunikasi 129 juta anak-anak muda agar bisa membumikan Pancasila.

"Sekali lagi target utama kita anak-anak muda kita, yang kita hitung 129 juta orang. Kita harus mengerti, paham media komunikasi yang mereka gunakan apa? Semua harus mengerti ini juga, harus mengerti kegiatan mereka itu apa? Konten yang mereka sukai itu apa? Kegiatan yang mereka sukai apa? Harus teridentifikasi betul," kata Presiden.

Presiden juga meminta para menteri dan kepala lembaga melihat siapa tokoh yang disukai anak muda.

"Coba lihat lebih dalam lagi siapa tokoh atau influencer yang mereka ikuti? Hati-hati di sini, BPIP juga harus melihat secara detail ini agar penyebaran lebih cepat dan kuat lagi," pungkasnya.

Berita Terkait

PBNU Kawal Keutuhan NKRI dengan Pancasila PBNU Kawal Keutuhan NKRI dengan Pancasila
Jokowi Ungkap Makna Khusus di Balik Kartu Indonesia Pintar Jokowi Ungkap Makna Khusus di Balik Kartu Indonesia Pintar
Dorong Penguatan Kelembagaan, BPIP Apresiasi Komisi II DPR Dorong Penguatan Kelembagaan, BPIP Apresiasi Komisi II DPR

#Presiden Jokowi #Pancasila #BPIP #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar