Ini Sanksi bagi Garuda Jika Terbukti Lakukan Penyelundupan

Ilustrasi Garuda Indonesia (wikimedia)

Arah -  Kementerian Perhubungan akan menjatuhkan sanksi kepada maskapai Garuda Indonesia jika terbukti bersalah membawa suku cadang motor gede Harley Davidson dan sepeda Brompton di pesawat baru Airbus 330-900.

“Sanksinya sesuai aturan jika terbukti,” kata Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Polana B Pramesti usai acara bertajuk Capaian Kinerja dan Rencana Kerja Kemenhub Mendukung Visi Indonesia Maju di Gedung Kemenhub Jakarta, Kamis.

Polana menjelaskan sanksi sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 53 Tahun 2017 tentang Pengamanan Kargo Dan Pos serta Rantai Pasok (Supply Chain) Kargo dan Pos yang Diangkut dengan Pesawat Udara.

“Sesuai dengan PM itu ada tahapan peringatan, mulai dari teguran. Kita masih klarifikasi terkait adanya berita tersebut dikaitkan dengan tugas kami di Kemenhub terhadap potensi indikasi ketidaksesuaian,” katanya.

Dalam kesempatan sama, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan kasus tersebut merupakan ranah Kementerian Keuangan, dalam hal ini Direktorat Jenderal Bea Cukai.

“Kalau domainnya kita ‘kan safety (keselamatan). Sebenarnya ini domainnya dari Bea Cukai,” katanya.

Budi mengatakan ada ketentuan di mana setiap barang yang dibawa untuk penerbangan kargo harus dicatat.

Baca Juga: Kemenangan ke-100 Klopp di Liga Inggris dan Rekor Liverpool
Simak Ternyata Makanan Ini Bahaya Jika Dikonsumsi Mentah




“Kita itu harus melakukan cek terhadap, apakah penumpang dan barang itu dicatat. Ada regulasinya itu. Kalau ada yang tidak catat ada ketentuan-ketentuan tertentu,” katanya.

Sebelumnya, pesawat Airbus A330-900 Neo milik Garuda Indonesia membawa suku cadang motor Harley Davidson dan sepeda Brompton edisi terbatas dalam 18 boks pada 16 November 2019 dari Toulouse, Prancis.

Mengutip antara, barang-barang itu tak dilaporkan dalam manifes dan diduga hendak diselundupkan. Petugas Bea Cukai lalu mencegat dan melakukan penyitaan begitu pesawat tiba hanggar GMF, Bandara Soekarno-Hatta, dan muatannya dipindahkan ke truk pada 17 November 2018.

Berita Terkait

BNI-Garuda Travel Fair Target Transaksi Rp8 Miliar BNI-Garuda Travel Fair Target Transaksi Rp8 Miliar
Pegadaian Raih Gelar 'The Best BUMN 2019' Pegadaian Raih Gelar 'The Best BUMN 2019'
KPK: Emirsyah Satar Jalani Pemeriksaan Perdana Sebagai Tersangka KPK: Emirsyah Satar Jalani Pemeriksaan Perdana Sebagai Tersangka

#Garuda Indonesia #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar