Tingkatkan Budaya Baca Milenial, Bandung Luncurkan E-Pustaka

Pelajar sedang menggunakan e-pustaka

Arah -  Dinas Perpustakaan dan Arsip (Dispusip) Kota Bandung meluncurkan aplikasi bernama e-Pustaka. Aplikasi berbasis Android itu sudah dapat diunduh di Play Store secara gratis. 

Menurut Kepala Dispusip Kota Bandung A. Maryun Sastrakusumah, dalam aplikasi tersebut terdapat 575 judul dan 7000 eksemplar e-book yang bisa ‘dipinjam’ secara elektronik. Jumlah tersebut sebut Maryun, terdiri dari 292 buku tentang bahasa dan 283 buku tentang agama.

"Dengan begitu, para pemustaka bisa mengakses buku dari mana saja dan kapan saja. Kita terus akan menambah (koleksi) dan berkembang, sesuai kebutuhan masyarakat juga, seperti pendidikan, penelitian, dan sebagainya,” kata Maryun di Kantor Dispusip Kota Bandung.

Maryun menambahkan aplikasi itu diluncurkan, guna mempermudah masyarakat mengakses buku-buku di perpustakaan. Pegiat literasi nasional, Maman Suherman yang hadir dalam acara itu, meyakini kehadiran aplikasi itu semakin mendekatkan buku kepada masyarakat.

Baca Juga: Ciuman Yusuf Mansur untuk Seorang Supir Bajaj, Subhanallah...
Erick Thohir Pecat Ari Askhara, Ini Plt Dirut Garuda Indonesia

Maman menerangkan warga dapat mengakses dengan sangat mudah, tak terkendala oleh jarak, oleh waktu. Maman bilang, hal ini salah satu jawaban untuk mendekatkan diri antara buku dengan manusia lewat perpustakaan digital.

"Upaya ini penting untuk membukakan akses buku dengan seluas-luasnya kepada masyarakat. Dengan begitu, masyarakat bisa memiliki akses terhadap bacaan yang lebih beragam dan memenuhi enam literasi dasar," kata Maman di tempat yang sama.

Keenam literasi tersebut lanjut Maman, antara lain literasi baca dan tulis, numerasi, digital, budaya dan kewarganegaraan, sains, dan literasi finansial. Seperti buku di perpustakaan yang dipinjam, dalam aplikasi tersebut pemustaka juga harus mengembalikan buku tersebut. 

Aplikasi ini hanya memungkinkan pemustaka untuk meminjam dua buku. Jika pemustaka memerlukan buku lainnya, maka buku yang dipinjam sebelumnya harus dikembalikan dengan menekan tombol kembalikan pada aplikasi.

Sementara pustakawan Dispusip Kota Bandung Halwatul Iman memberikan penjelasan, bahwa aplikasi ini memang tidak memberikan akses kepada pemustaka untuk memiliki buku tersebut. Sebab perpustakaan hanya berfungsi untuk meminjamkan. Kebijakan ini terkait dengan hak cipta yang dimiliki oleh penulis.

“Buku ini sama seperti buku cetak yang memiliki harga yang sama, memiliki hak cipta, yang ketika dipinjam harus dikembalikan. Kita tidak ingin dengan aplikasi ini copyright-nya tersebar. Hak cipta itu tetap pada penulis,” ujar Iman.

Pemustaka bisa meminjam buku tersebut selama 7-14 hari. Setelah itu, buku harus dikembalikan. Jika tidak dikembalikan, fitur dalam aplikasi ini akan menghapus otomatis buku yang sudah dibaca dari aplikasi pemustaka.

Warga yang ingin menikmati fasilitas e-pustaka harus mendaftarkan diri dulu dengan datang membawa identitas ke kantor Dispusip Kota Bandung. Setelah mendapatkan akses berupa username dan password, pemustaka bisa langsung menikmati ribuan koleksi yang tersedia.

“Sengaja untuk pendaftaran diarahkan dulu pemustaka untuk datang dulu ke kantor, karena kami juga ingin mempromosikan fasilitas yang ada di perpustakaan Kota Bandung. Minimal mereka tahu dulu perpustakaannya seperti apa. Nanti setelah itu pemustaka bisa langsung akses bukunya dari mana saja,” kata Iman.

Sedangkan Bunda Literasi Kota Bandung, Siti Muntamah Danial menyatakan, aplikasi ini merupakan media untuk mendekatkan akses terhadap buku. Namun bukan berarti menghilangkan fungsi buku fisik, apalagi untuk mengajarkan literasi pada anak-anak. 

Menurutnya, yang paling penting dari mengajarkan literasi kepada anak adalah dengan memberikan teladan. Orang tua harus memperlihatkan dan membiasakan membaca buku di depan anak. Agar mereka terbiasa dan menyukai.

"Tak hanya membacakan, orang tua harus meminta anak bercerita tentang buku yang dibacanya. Interaksi menjadi kunci bagi pendidikan literasi pada anak.Interaksikan, mendongeng, dan hadirkan buku di tengah anak-anak kita,” jelas Siti./Arie Nugraha/

Berita Terkait

Kata Kapolda Jabar Soal Izin Pertandingan Persib vs Persija Kata Kapolda Jabar Soal Izin Pertandingan Persib vs Persija
Daftar Nama Korban Tewas Akibat Crane Jatuh Daftar Nama Korban Tewas Akibat Crane Jatuh
Galau Dan Bingung, Presiden  Jokowi Beli Sepatu di Bandung Galau Dan Bingung, Presiden Jokowi Beli Sepatu di Bandung

#Bandung #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar