Khawatirkan ISIS, Putin Berunding dengan Menlu AS Selama 3 Jam

Ilustrasi: Presiden Rusia Vladimir Putin memberikan pidatonya dalam upacara pemberian anugerah memperingati Hari Rusia di Kremlin, Moskow, Minggu (12/6). (ANTARA FOTO/Sputnik/Kremlin/Mikhail Klimentyev/via REUTERS)

Arah - Presiden Rusia Vladimir Putin menemui Menteri Luar Negeri Amerika Serikat untuk membicarakan kerja sama militer dan intelijen melawan kelompok bersenjata ISIS serta Al Qaeda di Suriah.

Kedua tokoh itu bertemu selama tiga jam di Kremlin. Pembicaraan mereka berlangsung hingga pukul 01.00 dini hari pada Jumat waktu setempat.

Kerry menyampaikan tudingan pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata terbatas oleh pemerintah Suriah yang didukung oleh Moskow.

Kerry dan Putin juga membicarakan pentingnya memperbesar tekanan terhadap kelompok-kelompok seperti ISIS dan Nusra Front, organisasi sayap Al Qaeda di Suriah.

"Kerry menekankan bahwa jika tidak ada langkah konkrit dalam jangka pendek, maka upaya diplomatik tidak bisa terus dilakukan," menurut Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat dalam pernyataan tertulis.

Sebelumnya pada Kamis, Washington Post merilis bocoran dokumen bahwa Kerry akan mengusulkan kerja sama pembagian informasi intelejen untuk mengidentifikasi target pemimpin, tempat pelatihan, garis suplai, dan kantor pusat Nusra Front.

Dilansir Reuters, laporan itu juga menulis bahwa serangan terhadap target-target itu bisa dilakukan oleh Amerika Serikat maupun Rusia dengan koordinasi yang diperluas.

Usulan kerja sama dalam dokumen itu merupakan perubahan politik luar negeri Amerika Serikat yang selama ini merupakan rival Rusia. Kedua negara mendukung faksi yang berbeda dalam perang di Suriah.

Kerry sendiri menolak berkomentar mengenai dokumen tersebut saat ditanya wartawan sebelum berangkat ke Moskow.

Sementara itu juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov mengatakan bahwa dia tidak akan berkomentar sampai pejabat Rusia mendengar langsung dari Kerry.

Sejumlah pejabat di Amerika Serikat menyebut kunjungan Kerry sebagai ujian bagi niat Moskow menggunakan pengaruhnya terhadap pemerintah Suriah untuk mengakhiri perang saudara secara damai.

Seorang sumber dari pemerintahan Amerika Serikat mengatakan bahwa mereka tidak berharap banyak meski upaya itu tetap harus dilakukan.

"Jika upaya ini tidak kami lakukan, maka semuanya akan hancur. Gencatan senjata terbatas akan berakhir dan hal itu tidak baik bagi Rusia, Amerika Serikat, seluruh dunia, dan paling penting rakyat Suriah," kata sumber tersebut.

Berita Terkait

WikiLeaks: 'Panama Papers', Akal-akalan AS untuk Serang Putin WikiLeaks: 'Panama Papers', Akal-akalan AS untuk Serang Putin
Putin jadi Presiden, Rusia Bangun 7500 Masjid Putin jadi Presiden, Rusia Bangun 7500 Masjid
Korsel, Jepang, dan As Latihan Militer Bersama Hadapi Korut Korsel, Jepang, dan As Latihan Militer Bersama Hadapi Korut

#Vladimir Putin #Militer Rusia #Tentara Rusia #Rusia #Militer Amerika Serikat #Amerika Serikat

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar