Ini Alasan Polisi Kesulitan Mengevakuasi Jenazah Santoso

Ilustrasi. Sejak dilancarkannya Operasi Tinombala di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah Januari 2016 lalu, satu demi satu anggota kelompok Santoso berkurang karena menyerahkan diri, tertangkap hidup-hidup, hingga tertembak mati. (Foto: Antara/Basri Marzuki)

Arah - Tim evakuasi yang bertugas melakukan evakuasi terhadap jasad terduga teroris Santoso alias Abu Wardah mengalami kesulitan membawa jenzah tersebut.

Hal itu dikarenakan lokasi kejadian baku tembak berada cukup jauh dan sulit untuk dicapai oleh petugas.

Satuan tugas (satgas) harus berjalan selama 4 jam dengan melewati tebing dan hutan untuk mencapai tempat tersebut.

"Jarak lokasi dari posko satgas ops Tinombala di Poso cukup jauh. Wilayah ini sangat sulit untuk berjalan kaki, juga dibutuhkan waktu 4 jam," ucap Kepala Divisi Hubungan Masyarakat (Kadiv Humas) Polri, Irjen Pol Boy Rafli, Selasa (19/7/2016) di kantornya.

Boy menambahkan, dirinya mendapatkan informasi bahwa semua tim sedang dalam posisi untuk mencapai lokasi kejadian tersebut. Saat ini baru sekitar 60 persen anggota tim yang sudah tiba di tempat kejadian.

"Diharapkan semua tim akan sampai satu hingga dua jam ke depan. Kalau cuaca bagus kota akan jemput dengan helikopter. Namun sampai sekarang cuaca masih mendung," tambah Boy Rafli.

Pihak kepolisian sangat berharap untuk dapat menggunakan helikopter. Dengan begitu, jenazah akan cepat sampai dan di bawa ke Pali untuk diautopsi di Rumah Sakit Bhayangkara Palu.(wildan)

Berita Terkait

Santoso Tewas, Polri: Ciri Fisik Sama, Masih Perlu Identifikasi Santoso Tewas, Polri: Ciri Fisik Sama, Masih Perlu Identifikasi
Ketua DPR RI Puji Kepolisian Dalam Penyergapan Santoso Ketua DPR RI Puji Kepolisian Dalam Penyergapan Santoso
Yuk, Lihat Polisi Cantik dan Ganteng di Pameran 'Turn Back Crime' Yuk, Lihat Polisi Cantik dan Ganteng di Pameran 'Turn Back Crime'

#Pemberantasan Terorisme #Teroris Santoso #TNI/Polri

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar