Atasi Kepanikan, Pemerintah Diminta Buka Posko Vaksin Palsu

Seorang bidan menunjukkan vaksin campak dan vaksin bcg yang asli di Puskesmas Kecamatan Sawah Besar, Jakarta, Selasa (28/6). Pemerintah menjamin pemberian vaksin di Posyandu, Puskesmas, dan Rumah Sakit Pemerintah menggunakan vaksin asli. (Foto: Antara/Rosa Panggabean)

Arah -  Ketua Komisi IX DPR RI Dede Yusuf mengusulkan agar Pemerintah membentuk posko pengaduan untuk masyarakat korban vaksin palsu atau semacam crisis center.

"Masyarakat boleh panik karena adanya vaksin palsu, tapi Pemerintah tidak boleh panik," kata Dede Yusuf pada diskusi "Dialektika Demokrasi: Vaksin Palsu" di Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Kamis (21/7).

Menurut Dede Yusuf, pimpinan DPR menerima banyak pengaduan dari masyarakat yang mengeluhkan vaksin palsu yakni tidak memberikan kekebalan tubuh terhadap anak-anak mereka. Karena itu, kata dia, Komisi IX DPR RI mengusulkan agar Pemerintah segera membentuk Posko pengaduan untuk masyarakat korban vaksin palsu. "Di posko itu, masyarakat dapat mengadu dan menyampaikan keluhannya," katanya.

Dibentuknya Posko pengaduan untuk masyarakat, kata dia, maka dapat turut meredam kepanikan masyarakat setelah munculnya persoalan vaksin palsu. Sejauh ini, posko yang sudah ada dibentuk oleh rumah sakit atau kelompok masyarakat, bukan oleh pemerintah.

Di sisi lain, Komisi IX DPR RI juga membentuk Panitia Kerja vaksin palsu yang telah berlangsung selama sekitar 13 tahun. "Panja akan bekerja selama tiga bulan, dengan mengundang nara sumber dari lembaga-lembaga terkait, untuk mengungkap berbagai sisi vaksin palsu," kata Dede.

Berita Terkait

Vaksin Palsu, Kementerian Kesehatan Diminta Cek Kondisi Pasien Vaksin Palsu, Kementerian Kesehatan Diminta Cek Kondisi Pasien
Empat Hari Tutup, RS Harapan Bunda Kembali Layani Pasien Empat Hari Tutup, RS Harapan Bunda Kembali Layani Pasien
Hari Ini Komisi IX DPR akan Bentuk Panja Vaksin Palsu Hari Ini Komisi IX DPR akan Bentuk Panja Vaksin Palsu

#Korban Vaksin Palsu #Vaksin Palsu #Kementerian Kesehatan

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar