JK Sayangkan Pejabat Daerah Kaya Terjerat Hukum

Jusuf Kalla (Foto:Antara)

Arah -  Wakil Presiden Jusuf Kalla menyayangkan banyaknya pejabat yang terjerat masalah hukum karena korupsi dalam pemanfaatan sumber daya alam di daerah kaya seperti Provinsi Riau.

"Memang banyak daerah seperti Riau yang punya kekayaan alam yang baik, banyak orang kaya karena kekayaan alam Riau ini, tapi karena tidak dikelola dengan baik begitu banyak bupati dan gubernur yang terjerat masalah hukum," kata Wapres dalam acara peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia di Komplek DPRD Siak Indrapura, Siak, Riau, Jumat.

Tercatat sejak awal 2016 hingga Juli 2016, tiga Gubernur Riau ditahan KPK secara berturut-turut, dan dua di antaranya tersangkut kasus korupsi alih fungsi lahan, yakni Rusli Zainal hingga Annas Maamun.

Sedangkan Salih Djasit tersangkut korupsi pengadaan mobil pemadam kebakaran.

"Mudah-mudahan tidak terjadi lagi karena apalah arti menikmati kekayaan hayati, tapi menjadi penjara untuk dirinya," kata JK dikutip dari antara.

Wapres juga mengingatkan para kepala daerah, baik bupati maupun wali kota yang hadir di Siak, untuk terus memberikan kepemimpinan yang tidak hanya memikirkan pembangunan, tetapi juga kelestarian lingkungan.

"Lingkungan harus selalu kita kelola dalam berkelanjutan, jangan hanya pikirkan hari ini, tapi juga masa depan untuk cucu-cucu kita," kata dia.

Dalam acara puncak peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tersebut Wapres menggantikan Presiden Joko Wododo untuk menyerahkan 68 penghargaan terkait kelestarian lingkungan hidup, yakni Kalpataru, Adipura, Nirwasita Tantra, dan Adiwiyata Mandiri.

Berita Terkait

JK: Genjer-Genjer Lagu Biasa yang Ingatkan Kesedihan JK: Genjer-Genjer Lagu Biasa yang Ingatkan Kesedihan
JK: Isu Kemunculan PKI Berlebihan JK: Isu Kemunculan PKI Berlebihan
4 WNI Masih Disandera Abu Sayyaf, Wapres JK: Tidak Ada Tebusan! 4 WNI Masih Disandera Abu Sayyaf, Wapres JK: Tidak Ada Tebusan!

#jusuf kalla #Wapres Jusuf Kalla #suap pejabat #Pejabat

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar