Wah, Ekspor Mebel Jepara Mampu Tembus Rp600 M

Pedagang merapikan kandang burung ukir di jalan Pondok Rajeg, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jum'at (24/6). Menurut pedagang, permintaan kandang burung ukir asal Jepara yang dihargai Rp.200 ribu perbuah itu meningkat karena disukai para pecinta burung. (ANTARAFOTO/Yulius Satria Wijaya)

Arah - Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, memprediksi kehadiran investor asing yang menanamkan modalnya di bidang usaha mebel berbahan kayu akan mendongkrak nilai ekspor mebel daerah setempat.

Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jepara Florentina Budi Kurniawati di Jepara, Jumat (22/7), mengatakan bahwa nilai ekspor mebel dan ukir dari daerah itu selama ini cenderung naik.

Hal itu, kata dia, bisa dilihat untuk triwulan pertama 2016 nilai ekspor mebel Jepara tercatat sebesar 46,26 juta dolar AS (setara Rp606,4 miliar) dengan volume barang yang diekspor sebanyak 12,6 juta kilogram.

Kondisi tersebut berbeda dengan periode yang sama tahun lalu. Nilai ekspor pada Triwulan I 2015 sebesar 41,82 juta dolar AS dengan volume barang sebesar 10,89 juta kg.

Menyinggung soal ekportirnya, dia mengatakan bahwa jumlahnya pada periode Januari-Maret 2016 sebanyak 247 pengekspor, sedangkan periode sama tahun lalu sebanyak 206 pengekspor.

Jika dihitung secara matematis berdasarkan jumlah perusahaan mebel yang berorientasi ekspor, jumlah ekspor mebel dari Jepara bisa lebih tinggi lagi daripada yang tercatat saat ini.

Masalahnya, menurut dia, perusahaan mebel yang ada di Jepara sekadar cabang dari kota tertentu sehingga ekspor barangnya di luar Provinsi Jateng.

"Kami hanya bisa mencatat nilai ekspor yang distribusi barangnya melalui Pelabuhan Tanjung Emas Semarang," ujarnya.

Berdasarkan data dari Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPMPPT) Jepara, jumlah investor asing yang menanamkan investasinya di bidang industri pengolahan kayu sepanjang 2015 mencapai 11 investor dengan nilai investasi mencapai Rp158,69 miliar.

Pemberlakukan sertifikat sistem verifikasi legalitas kayu (SVLK), dinilai sejumlah pihak turut mendongkrak nilai ekspor mebel dari Jepara karena negara tertentu yang memberlakukan aturan soal legalitas kayu.

Ia menyebutkan jumlah pengusaha mebel dan ukir di Kabupaten Jepara yang sudah mengantongi sertifikat SVLK sebanyak 200-an pengusaha.

Berita Terkait

Dino Patti Djalal: Selera Pasar Masyarakat Perlu Dihormati Dino Patti Djalal: Selera Pasar Masyarakat Perlu Dihormati
Neraca Perdagangan Indonesia Surplus Rp15 Triliun Neraca Perdagangan Indonesia Surplus Rp15 Triliun
Ekspor Produk Kecantikan Indonesia ke Malaysia Meningkat Ekspor Produk Kecantikan Indonesia ke Malaysia Meningkat

#Mebel Jepara #Bisnis Mebel #eksportir #ekspor retail #Ekspor Kayu #Ekspor Indonesia #Ekspor

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar