Sri Mulyani: APBN 2017 untuk Berantas Kemiskinan

Ilustrasi: Mantan Menteri Keuangan Bambang PS Brodjonegoro (kanan) berjabat tangan dengan penggantinya Menteri Keuangan yang baru Sri Mulyani (kiri) saat serah terima jabatan di Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (27/7). Bambang PS Brodjonegoro resmi menyerahkan kepemimpinan Kementrian Keuangan kepada Sri Mulyani setelah ditunjuk dan dilantik oleh Presiden Joko Widodo untuk menjadi Menteri Keuangan Periode 2016-2019. (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)

Arah - Menteri Keuangan Sri Mulyani akan menyiapkan instrumen fiskal Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2017 agar dapat mengentaskan kemiskinan, mengurangi kesenjangan ekonomi, dan menciptakan lapangan kerja.

"Kami di Kementerian Keuangan akan siapkan APBN 2017," kata Sri Mulyani usai menghadiri pengarahan Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan di Jakarta, Kamis (28/7).

Ia mengatakan Kementerian Keuangan ingin agar instrumen fiskal APBN bisa sesuai dengan yang diinginkan Presiden sebagai instrumen pengentasan kemiskinan, mengurangi kesenjangan ekonomi, dan menciptakan kesempatan kerja.

Saat memberikan sambutan dalam acara serah terima jabatan Menteri Keuangan di Jakarta, Rabu (27/7), Sri Mulyani juga mengatakan bahwa instrumen kebijakan fiskal pada masa mendatang harus bermanfaat untuk mengentaskan kemiskinan dan pemerataan kesejahteraan masyarakat.

"Presiden sudah menyampaikan tugas dari instrumen ini untuk memerangi kemiskinan, mengurangi kesenjangan, menciptakan kesempatan kerja, dan mengemban kepercayaan publik secara umum maupun pelaku usaha, agar menjadi motor penggerak ekonomi yang efisien," kata Sri saat memberikan sambutan dalam acara sertijab Menteri Keuangan dari Bambang Brodjonegoro.

Dia mengakui ada sejumlah tantangan karena situasi perekonomian global maupun nasional dalam kondisi yang tertekan, namun fungsi kebijakan fiskal harus terus diupayakan untuk mendukung tugas kementerian lembaga dan pemerintah daerah serta digunakan secara efisien dan akuntabel.

"Ini tugas yang saya tahu tidak ringan, karena politik anggaran dan kebijakan fiskal merupakan instrumen luar biasa penting bagi negara dalam mencapai cita-cita pembangunan nasional," ujar mantan Managing Director World Bank Group.

"Ini kepercayaan tinggi dan saya ingin membaktikan pengetahuan profesionalisme saya bagi tugas yang sangat penting ini," katanya.

Pengarahan oleh Kepala Negara itu dihadiri juga oleh Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Wiranto, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardoyo, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian, Jaksa Agung Muhammad Prasetyo.

Berita Terkait

Menkeu: Pemerintah akan Lakukan Utang Baru Rp21 Triliun Menkeu: Pemerintah akan Lakukan Utang Baru Rp21 Triliun
Fadli Zon: Sri Mulyani Jangan Sampai Bawa Ideologi Neo Liberal Fadli Zon: Sri Mulyani Jangan Sampai Bawa Ideologi Neo Liberal
INDEF: Sri Mulyani Buat Kepercayaan Pasar Melonjak INDEF: Sri Mulyani Buat Kepercayaan Pasar Melonjak

#Sri Mulyani Indrawati #Menteri Keuangan RI #Menteri Keuangan #Dana APBN

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar