Masya Allah… Menabung 7 Tahun, Tukang Sampah ini Bisa Naik Haji

Seorang jamaah calon haji Radiudin (tengah) memasukkan sampah ke truk di Depo Muktisari, Kelurahan Tegal Besar, Kaliwates Jember, Jawa Timur, Sabtu (6/8). Radiudin yang juga tukang sampah akan menunaikan ibadah haji tahun 2016, dimana biayanya berasal dari keuntungan memilah rongsokan sampah yang sebagian ditabung untuk ongkos naik haji. (Foto: Antara/Seno)

Arah -  Tak ada yang membantah bahwa beribadah haji, membutuhkan kesiapan fisik dan mental, serta tentu saja biaya mahal. Itulah mengapa, ibadah haji diwajibkan bagi yang mampu.

Namun soal kemampuan, Allah Swt bisa memberikannya kepada siapa pun yang Dia kehendaki. Termasuk seorang tukang sampah, warga Dusun Bunder, Desa Sumberpinang, Jember, Jawa Timur, bernama Radiudin.

Ayah 3 orang anak ini sudah tercatat sebagai jemaah calon haji kloter 19. Lelaki berusia 51 tahun ini, akan berangkat ke tanah suci, Mekkah, pada 14 Agustus mendatang. ’’Saya sangat-sangat bersyukur. Mulanya, saya tidak menyangka jadi juga berangkat pada tahun ini,’’ katanya seperti dikutip dari birojember.com

Radiudin bekerja sebagai tukang sampah sejak 1993. Gajinya saat itu hanya Rp1.000 per hari dengan tunjangan bulanan Rp5.000. Meski penghasilannya minim, namun tekadnya untuk berhaji sudah sejak lama.

Kerja Sampingan dari Sampah

Berita Terkait

Ikatan Persaudaraan Haji Luncurkan Aplikasi Berbasis Online Ikatan Persaudaraan Haji Luncurkan Aplikasi Berbasis Online
Catat! Ini 3 Syarat Mampu Naik Haji Catat! Ini 3 Syarat Mampu Naik Haji
IPHI Gelar Seminar Terkait Lamanya Masa Tunggu Haji IPHI Gelar Seminar Terkait Lamanya Masa Tunggu Haji

#Ongkos Naik Haji (ONH) #Jemaah Haji #orang miskin naik haji #tukang sampah naik haji #mekkah

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar