Ini Modus Korupsi Pupuk di Indonesia

ILUSTRASI - Gedung KPK di Jakarta. (ANTARA)

Arah -  Komisi Pemberantasan Korupsi menahan dua tersangka kasus dugaan korupsi penerimaan suap terkait pembelian puput urea tablet.

Kedua tersangka yaitu Direktur Utama CV Jaya Mekanotama Aris Hadiyanto dan Komisaris CV Timur Alam Raya Sri Astuti ditahan seusai diperiksa, kata Pelaksana tugas (Plt) Kabiro Humas KPK Yuyuk Andriati di Jakarta, Senin.

"Untuk kepentingan penyidikan, penyidik KPK menahan tersangka SA (Sri Astuti) di rumah tahanan (rutan) Pondok Bambu dan AH (Aris Hadiyanto) ditahan di rutan Pomdam Guntur Jakarta," katanya.

Seusai diperiksa, Aris lebih memilih bungkam dan langsung bergegas masuk ke dalam mobil tahanan KPK.


Suap diduga diberikan kepada Wakil Direktur Utama dan Direktur Keuangan PT Berdikari (Persero) Siti Marwa yang sudah ditahan sejak 15 April 2016.

Siti Marwa diduga menerima uang lebih dari Rp1 miliar dalam kurun waktu 2010-2012.

Modus yang dilakukan adalah PT Berdikari memesan pupuk urea tablet terhadap vendor kemudian agar vendor mendapatkan proyek maka vendor memberikan sejumlah uang kepada Siti Marwa dikutip antara.

Berdasarkan laman resmi PT Berdikari (Persero), perusahaan tersebut bukanlah perusahan yang mengurusi pupuk.

Tugas utama Badan Usaha Milik Negara tersebut adalah membantu meningkatkan penyediaan pangan hewani yang aman dan kesejahteraan peternak termasuk menjamin ketersediaan benih dan bibit ternak yang berkualitas, meningkatkan populasi dan produktivitas dan meningkatkan serta mempertahankan status kesehatan hewan, jaminan keamanan produk dan meningkatkan pelayanan prima kepada masyarakat.

Berita Terkait

Usai Diperiksa KPK, Saipul Jamil Irit Bicara Usai Diperiksa KPK, Saipul Jamil Irit Bicara
66 Pejabat Negara laporkan Gratifikasi Lebaran 66 Pejabat Negara laporkan Gratifikasi Lebaran
KPK Tangkap Panitera PN Jakpus, Diduga Suap KPK Tangkap Panitera PN Jakpus, Diduga Suap

#suap pejabat #Antikorupsi #Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar