Izin Pembangunan Kereta Cepat Hanya Untuk 5 Kilometer

ilustrasi kereta cepat/Foter/Tokyoform

Arah -  Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan menerbitkan Izin Usaha Penyelenggaraan Prasarana Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung setelah ditandanganinya Perjanjian Konsesi Penyelenggaraan Perkeretaapian Umum Kereta Cepat Jakarta-Bandung dan dilanjutkan penerbitan Izin Usaha Penyelenggaraan Prasarana Kereta Api Cepat.

Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub Hermanto Dwiatmoko di Jakarta, Jumat mengatakan izin pembangunan tersebut termuat dalam Keputusan Direktur Jenderal Perkeretaapian Nomor: HK.601/SK.05/DJKA/3/16 tentang Pemberian Izin Pembangunan Prasarana Perkeretaapian Umum untuk Trase Jalur Kereta Api Cepat antara Jakarta dan Bandung Segmen CK 95+000 sampai dengan CK 100+000 kepada PT. KCIC.

"Dengan diterbitkannya izin pembangunan prasarana perkeretaapian umum ini, PT KCIC dapat memulai pelaksanakan pembangunan prasarana kereta cepat Jakarta - Bandung pada Segmen CK 95+000 sampai dengan CK 100+000," katanya.

Berdasarkan data dukung yang disampaikan, pada segmen CK 95+000 sampai CK 100+000 pembangunan prasarana, antara lain berupa pekerjaan pembangunan jalur, jembatan dan terowongan.

Hermanto menegaskan bahwa izin pembangunan prasarana perkeretaapian ini hanya untuk lima kilometer yang telah diajukan oleh PT KCIC, sedangkan 137 kilometer sisanya, PT KCIC masih belum menyampaikan kelengkapan dokumen yang diperlukan.

"Izin pembangunan ini berlaku selama lima tahun dan dapat diperpanjang paling lama lima tahun sekali atas permohonan pemegang izin, tentunya disertai alasan dan data dukung lengkap. Izin pembangunan ini juga dilarang untuk diperdagangkan, dialihkan atau dipindahtangankan kepada pihak lain dalam bentuk apapun", tegasnya.

Kewajiban PT KCIC sebagaimana diatur dalam Keputusan Direktur Jenderal Perkeretaapian tersebut, antara lain melaksanakan kewajiban yang tertuang dalam perjanjian penyelenggaraan prasarana perkeretaapian, melaksanakan pekerjaan pembangunan prasarana perkeretaapian sesuai dengan surat Pelaksana Harian Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Nomor GF.202/001/KB/I/2016 tanggal 27 Januari 2016 perihal Informasi Kegempaan di sepanjang Jalur Kereta Api Cepat serta rekomendasi BMKG berdasarkan rapat pembahasan pada tanggal 29 Februari 2016.(ANTARA)

Berita Terkait

YLKI : Transportasi Online Muncul Karena Konvensional Tidak Layak YLKI : Transportasi Online Muncul Karena Konvensional Tidak Layak
Kemenhub: Grab Car Dan Uber Langgar Undang-Undang Kemenhub: Grab Car Dan Uber Langgar Undang-Undang
6 Kota Dengan Layanan Transportasi Terbaik 6 Kota Dengan Layanan Transportasi Terbaik

#Rel kereta #Kereta Cepat Jakarta Bandung #kereta cepat #transportasi umum

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar