Allahu Akbar! Muslim Asia Berdoa untuk Perdamaian Dunia

Arah - Muslim di Asia merayakan Idul Fitri dan libur keagamaan pada hari Minggu dengan doa bagi perdamaian dengan menandai akhir bulan suci Islam, Ramadan.

Seperti pada awal Ramadan, di mana orang percaya menjauhkan diri dari makan dan minum pada siang hari, Idul Fitri tergantung pada penampakan bulan dan perayaan bervariasi di berbagai negara.

Baca Juga: Open House Istana, Sejumlah Tamu yang Terekam Pewarta Foto
Bijana Pancasila di Bawah Rindang Pohon Sukun di Kota Ende

Hari dimulai dengan salat pagi dan kemudian melakukan kunjungan ke keluarga dan kerabat.

Di Jakarta, ibukota Indonesia, warga mengatakan mereka berharap semangat Idul Fitri akan mengatasi kekhawatiran tentang meningkatnya militansi di negara dengan jumlah Muslim terbesar.

Seorang polisi tewas pada hari Minggu dalam serangan oleh militan Islam di kota Medan.

Simpatisan Negara Islam telah melakukan serangkaian serangan di Indonesia selama beberapa tahun terakhir.

"Saya pikir kita perlu kembali ke dasar Islam yang memberi kedamaian kepada seluruh umat manusia," kata Samsul Arifin kepada Reuters Television.

Di Filipina, pertempuran antara pasukan pemerintah dan pemberontak Islamis di kota selatan Marawi mereda pada hari Minggu, militer berusaha untuk menegakkan gencatan senjata sementara untuk menandai libur lebaran.

Pertempuran kecil terjadi pada pagi hari di bagian Marawi, di mana pejuang setia kepada Negara Islam melakukan serangan selama minggu kelima.

Sementara sejumlah umat Muslim menghadiri shalat di sebuah masjid Marawi terlihat emosional. Pertempuran itu telah membuat 246.000 orang mengungsi, dan menewaskan lebih dari 350 orang, sebagian besar dari mereka adalah pemberontak, dan sekitar 69 anggota pasukan keamanan.

"Ini adalah yang paling menyakitkan, kesempatan yang paling menyedihkan, Idul Fitri, yang kita alami untuk ratusan tahun terakhir," kata Zia Alonto Adiong, juru bicara komite krisis provinsi.

Di Malaysia, perang saudara di Yaman berada di benak dua pengungsi yang berdoa di masjid utama di ibukota Kuala Lumpur.

Saudara Sumayah dan Nabila Ali mengatakan mereka mencari perlindungan di Malaysia setelah melarikan diri dari Yaman di mana lebih dari 10.000 orang telah tewas dalam dua tahun konflik.

"Ketika kita mengatakan orang miskin, anak-anak yang tidak aman, selalu dalam bahaya, kami berharap bahwa suatu hari ia akan aman lagi dan orang akan bahagia lagi. Insya Allah," kata Sumayah 28 tahun.

Berita Terkait

Jadwal Djarot Padat, Pertemuan dengan Anies-Sandi Tertunda? Jadwal Djarot Padat, Pertemuan dengan Anies-Sandi Tertunda?
Ini Janji Garda Bangsa kepada Kapolri Ini Janji Garda Bangsa kepada Kapolri
Ini Teknologi yang Bikin Mudik Jadi Aman dan Tenang Ini Teknologi yang Bikin Mudik Jadi Aman dan Tenang

#Jakarta #Idul Fitri 2017 #Umat Muslim #Muslim Asia #Pesan Damai

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar