Eksotika Bromo 'Menghipnotis' di Lautan Pasir

Arah - Pertunjukan kesenian dan kebudayaan yang digelar dalam kegiatan Eksotika Bromo di lautan pasir Bromo "menghipnotis" wisatawan mancanegara dan domestik yang datang dari berbagai daerah ke salah satu destinasi wisata andalan di Jawa Timur tersebut.

"Sungguh luar biasa penampilan para seniman dalam pergelaran seni budaya di lautan pasir Gunung Bromo. Kami sangat kagum," kata wisatawan asal Surabaya Nurul Rismawati di Kabupaten Probolinggo, Sabtu.

Baca Juga: Berharap Berkah dari Warisan Budaya Tak Benda
Bijana Pancasila di Bawah Rindang Pohon Sukun di Kota Ende



Banyak pengunjung yang memilih untuk menyaksikan pergelaran seni itu dengan berdiri sambil sesekali mengambil gambar dengan kamera konvensional maupun kamera seluler yang mereka bawa.

Namun tidak sedikit wisatawan yang memilih duduk santai beralaskan pasir dan rumput kering di bukit yang berhadapan langsung dengan kaldera Gunung Bromo sebagai tempat pertunjukan kegiatan Eksotika Bromo yang digelar sejak Jumat (7/7) sore hingga Sabtu malam itu.

"Tak hanya wisatawan domestik dan warga sekitar Gunung Bromo yang datang untuk menyaksikan pergelaran kesenian dari berbagai daerah di kaldera Bromo, namun cukup banyak wisatawan asing yang datang," katanya.

Penampilan pembuka Eksotika Bromo adalah Kesenian Daul Sakera dari Pamekasan, Madura, kemudian penampilan jaranan slining dari Lumajang yang menggambarkan keperkasaan Suku Tengger, dan tidak ketinggilan Tari Jegog Agung dari Jembrana, Bali, juga menyuguhkan perpaduan alat musik dari bambu dengan tari khas Pulau Dewata Bali.

Penampilan pamungkas adalah Tari Topeng Tengger dan pembacaan puisi berjudul Kidung Tengger oleh artis Ibu Kota Ayushita yang bercerita asal usul Suku Tengger hingga akhirnya ada hari perngorbanan ke kawah Gunung Bromo atau yang biasa disebut Yadnya Kasada.

Bupati Probolinggo P. Tantriana Sari pada sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Eksotika Bromo yang sengaja digelar menyongsong dan memeriahkan perayaan Yadnya Kasada tahun 2017.

"Saya ucapkan terima kasih kepada warga Desa Jetak, Kecamatan Sukapura yang tergabung dalam Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Jetak yang telah berinisiatif melakukan sinergi dengan berbagai pihak demi terselenggaranya pergelaran seni budaya dalam Eksotika Bromo," katanya.

Udara dingin yang semakin terasa saat senja menjelang malam tidak mengurangi antusias pengunjung untuk terus menyaksikan kesenian tradisional dari berbagai daerah itu hingga usai, dan terlebih penampilan sendra tari kolosal Kidung Tengger yang mengisahkan asal muasal Suku Tengger juga menghipnotis wisatawan.

Berita Terkait

Ritual 'Bakar Tongkang' Tingkatkan Perekonomian Riau Ritual 'Bakar Tongkang' Tingkatkan Perekonomian Riau
Gorontalo Siap Menuju 'Wisata Halal' Indonesia 2019 Gorontalo Siap Menuju 'Wisata Halal' Indonesia 2019
Polri Dianggap Bisa Kewalahan Jika Rizieq Dikriminalisasi Polri Dianggap Bisa Kewalahan Jika Rizieq Dikriminalisasi

#Gunung Bromo #Eksotika Bromo #Promosi Pariwisata Indonesia #Jawa Timur #wisata budaya #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar