Teror di Sarang polisi

Teror di Sarang polisi
  • 16:18
    05 July 2017

    Cari Pelaku Pemasangan Bendera ISIS,Polisi Periksa 5 CCTV

    Kasus teror pemasangan bendera ISIS dan surat kaleng berisi ancaman di Mapolsek Kebayoran Lama masih terus diselidiki polisi. Sejauh ini, polisi telah mengantongi 5 rekaman CCTV yang nantinya akan dianalisis.

    "Kita sudah dapat, ada 5 (CCTV), lagi diambil karena situasi agak gelap. Sekarang diambil supaya lebih terlihat jelas," kata Kapolres Jakarta Selatan Kombes Iwan Kurniawan kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya.

    Iwan mengatakan dari 5 CCTV yang dibawa itu ada di antaranya berasal dari Mapolsek Kebayoran Lama dan Kecamatan Kebayoran Lama. Nantinya rekaman CCTV itu akan dianalisis di laboratorium forensik (labfor) Polri.

    "Dari gedung-gedung sekitar situ juga ada," ujar Iwan.

    Sejauh ini, polisi belum bisa mendapatkan gambaran soal ciri-ciri pelakunya. Polisi akan mendalami ciri-ciri pelaku dari rekaman CCTV yang akan dianalisis oleh labfor Polri.

  • 12:33
    05 July 2017

    Polisi Buru Indentitas Pelaku Pemasang Bendera ISIS

    Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Irjen Pol Setyo Wasisto mengatakan pihaknya belum mendapatkan identitas pelaku pemasang bendera mirip ISIS di Mapolsek Kebayoran Lama. Saat ini, pihaknya masih mendalami kasus tersebut.

    "Dari hasil penyelidikan kita masih belum mendapatkan pelakunya tapi sedang diupayakan melakukan penyelidikan untuk mengungkap siapa sebenarnya yang mengirim bendera tersebut," kata Setyo di Markas Besar Polri, Jakarta, pada Rabu (5/7).

    Setyo mengatakan pihaknya akan memeriksa kamera closed circuit television (CCTV) yang ada di sekitar lokasi kejadian. 

    "Kita sedang cek, nanti kemungkinan besar ada beberapa titik CCTV yang ada di dekat-dekat situ, tentu akan menjadi bahan penyelidikan rekan-rekan para penyidik," ujarnya.

  • 11:17
    05 July 2017

    Tito: Bisa Saja Teror Dilakukan Pihak Ketiga

    Kapolri Jenderal Tito Karnavian meminta masyarakat tidak cemas menyusul teror dengan pemasangan bendera mirip simbol ISIS di Polsek Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Tito menyebut pelaku bisa dari kelompok teror atau pihak lain yang sengaja ingin menimbulkan kekacauan.

    "Kan ada bendera yang mirip ISIS di sana, belum tentu (ISIS) karena itu kan lafalnya itu juga kan lafal umum. Tapi kadang-kadang dikonotasikan seperti bendera ISIS, ya bisa (dipasang) oleh kelompok itu, bisa juga oleh pihak ketiga yang ingin membuat situasi menjadi kisruh," ujar Tito di Halim Perdanakusuma

  • 10:55
    05 July 2017

    Kata Djarot Soal Ancaman Jakarta akan Dijadikan Seperti Marawi

    Djarot juga mengingatkan warga Jakarta untuk tidak terlalu paranoid. Ia optimis berbagai teror dan ancaman bisa ditangani dengan baik oleh pemerintah dan kepolisian.

    "Jangan kemudian kita merasa terlampau was-was, takut. Indonesia tidak pernah takut, kita semua tidak pernah takut menghadapi berbagai macam teror dan tantangan-tantangan seperti itu," tegasnya.

    "Kami yakin kita bisa menghadapi itu dengan sangat baik," ujarnya.

    Sebelumnya, Polsek Kebayoran Lama mendapat ancaman dari peneror yang akan membuat Jakarta seperti Marawi pada Selasa (4/7) pagi. Selain itu, pelaku memasang bendera ISIS di kantor Polsek tersebut.

  • 10:41
    05 July 2017

    Djarot Minta Warga Jakarta Tak Takut dengan Teror

    Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat mengimbau masyarakat hingga para camat dan lurah tidak takut atas ancaman untuk menjadikan Jakarta seperti Kota Marawi. Djarot berharap setiap perangkat daerah tetap bekerja membantu masyarakat seperti biasa namun waspada setiap saat.

    "Camat, lurah, seluruh perangkat, Satpol PP, tiga pilar, kita punya kewaspadaan dini untuk memantau. Jangan takut dan panik," kata Djarot di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (5/7/2017).

    Alasannya, ancaman tersebut disebut Djarot adalah ulah orang iseng. Untuk itu, saat ini semua pihak diharapkan semakin waspada mengingat teror semakin marak di Jakarta.

    "Kenapa? Cuma bendera sama surat aja, paling orang cuma iseng saja nakut-nakutin. Kalau orang nakut-nakutin dia yang takut dong, bukan kita yang takut. Tapi jangan kehilangan kewaspadaan," ucapnya.

  • 07:30
    05 July 2017

    Ini Ciri Pelaku Pemasangan Bendera ISIS di Polsek Kebayoran Lama

    Polsek Kebayoran Lama diteror berupa pemasangan bendera ISIS dan surat kaleng oleh orang tidak dikenal. Polisi mengecek rekaman CCTV untuk menelusuri pelakunya.

    "Sedang dilakukan penyelidikan. Sedang cek apakah ada CCTV. Kalau ada, kita analisa pelakunya dari CCTV tersebut," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta.

    Polisi belum bisa mengidentifikasi pelaku. Keterangan saksi hanya menyampaikan bahwa pelaku menggunakan sepeda motor.

    "Ciri-ciri pelaku belum dapat, karena saat mau kita datangi sudah pergi. Pelakunya pakai motor," ucapnya.

  • 07:00
    05 July 2017

    Polisi Selidiki WNI Diduga Bergabung dengan ISIS

    Seorang warga asal Kalimantan Barat diduga bergabung dengan ISIS (Islamic State of Iraq and Syria). Sebuah informasi juga beredar viral di media sosial yang menyebutkan sosok berinisial MAN itu sudah kembali ke Indonesia setelah melakukan amaliah di Suriah.

    Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Rikwanto mengatakan pihaknya tengah menyelidiki informasi tersebut.

    "Itu sedang kita selidiki informasinya. Apakah benar demikian informasinya," ujar Rikwanto.

    Sosok MAN memang sudah pernah menjadi pemberitaan sejumlah media massa pada 2015. Dia saat itu dikabarkan telah bergabung dengan ISIS di Suriah dan melakukan sejumlah amaliah.

  • 09:00
    04 July 2017

    Polri Jamin Jakarta Tak akan Menjadi Seperti Marawi

    Pesan dengan ancaman menjadikan Jakarta seperti Kota Marawi di Filipina dilayangkan ke Polsek Kebayoran Lama. Polri menyatakan ancaman itu tak mungkin terwujud.

    "Ya ini Indonesia terdiri dari berbagai macam suku, agama, kalau di Marawi kan beda. Menurut saya pribadi, tanaman kalau diletakkan di tanah yang tidak subur, dia tidak akan bisa tumbuh," ujar Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto kepada wartawan.

    Marawi merupakan kota di selatan Filipina, yang terletak di Pulau Mindanau. Penghuni pulau tersebut mayoritas beragama Islam. 

  • 08:45
    04 July 2017

    Kata Gubernur Jakarta Soal Teror ISIS

    Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat turut menanggapi teror pemasangan bendera ISIS dan surat kaleng oleh orang tidak dikenal di Polsek Kebayoran Lama. Menurutnya, ini menjadi warning alias peringatan bagi pihak kepolisian untuk tetap waspada.

    "Itu kan satu tanda kutip 'warning' bahwa kita juga harus selalu waspada, polisi waspada, masyarakat juga harus waspada," kata Djarot di gedung DPRD DKI, Jalan Kebon Sirih.

    Meski tindakan teror tersebut cukup vulgar, Djarot yakin pihak kepolisian bisa menanganinya. "Serahkan saja pada aparat, saya pikir polisi bisa mengantisipasi hal-hal begitu ya," ujarnya.

  • 08:30
    04 July 2017

    Wakapolda Jamin Polisi akan Jaga Keselamatan Masyarakat

    Wakapolda Metro mengimbau kepada masyarakat untuk tidak khawatir dan tetap beraktivitas seperti biasanya. Karena petugas kepolisian tetap bertugas menjaga keamanan.

    "Begitu juga dengan masyarakat, ini hanya sekelompok orang yang mau membuat rasa khawatir yang membuat kekhawatiran berlebihan. Sehingga proses pembangunan bisa terhambat, sekali lagi polisi bertugas tidak usah takut. Jangan takut dengan ancaman teroris, sekali lagi saya ingatkan say no to terorist," ucapnya.

  • 08:15
    04 July 2017

    Kantor Polisi Diteror, Wakapolda: Anggota Jangan Takut

    Seseorang tak dikenal memasang bendera yang serupa dengan milik ISIS dan menyelipkan selebaran berisi teror. Wakapolda Metro Jaya Brigjen Suntana mengimbau agar anggotanya tidak perlu takut dengan ancaman teror.

    "Prinsip satu hal, sebagai petugas kepolisian dengan resiko pada saat kita menjadi polisi, Pak Kapolri, Pak Kapolda sudah mengingatkan seluruh anggota tidak perlu takut dengan teror," kata Suntana

  • 08:00
    04 July 2017

    Polisi Bentuk Tim Khusus Uber Pelaku Pemasangan Bendera ISIS

    Tim gabungan dari pihak kepolisian telah dikerahkan untuk mendalami kasus pemasangan bendera ini. Tim tersebut berasal dari gabungan Mabes Polri hingga Polsek Kebayoran Lama.

    Saat ini polisi tengah menyelidiki pemasangan bendera tersebut. Pelaku yang memasang bendera itu juga tengah dicari pihak kepolisian.

    "Ya saat ini kita sedang melakukan penyelidikan, tim sudah dibuat dari polda, polres, polsek juga dari mabes polri," ucap Iwan.

  • 07:45
    04 July 2017

    Teror Bendera ISIS, Polisi Tingkatkan Kewaspadaan

     Polisi meningkatkan pengamanan setelah ada pemasangan bendera identik ISIS di Polsek Kebayoran Lama. Pengamanan dilakukan agar tidak terjadi hal-hal mencurigakan lain.

    "Sebenarnya kita sudah lakukan perketat pengamanan di polsek, di pospam di semua mako kita, dan juga pengamanan tugas-tugas polisi di lapangan, kita sudah siapkan pengamanan lebih ketat. Sama dengan kejadian di Polsek Kebayoran Lama ini karena melihat ada orang yang naik motor dan langsung pergi," ujar Kapolres Jakarta Selatan Kombes Iwan Kurniawan di Mapolsek Kebayoran Lama, Jaksel.

    Saat ini polisi tengah menyelidiki pemasangan bendera tersebut. Pelaku yang memasang bendera itu juga tengah dicari pihak kepolisian.

  • 07:15
    04 July 2017

    Bendera ISIS Terpampang di Polsek Kebayoran Lama

    Polsek Kebayoran Lama dipasangi bendera ISIS. Kejadian ini berawal ketika anggota Polsek Kebayoran Lama yang sedang bersiaga, dibantu anggota FKPM, menunaikan salah subuh bergantian.

    Selesai salat, Bripka Billy dan Pak Jangkung (anggota FKPM) mendengar suara motor berhenti di pinggir jalan. Karena merasa curiga, Billy dan Jangkung langsung mengecek, namun motor tersebut langsung pergi dengan terburu-buru.

    Saat ditengok, didapati sudah terpasang bendera ISIS di pagar Mapolsek. Selanjutnya anggota mengecek setiap sudut Mapolsek dan didapati surat kaleng di dalam botol minuman.