Kaesang Dilaporkan ke Polisi

Kaesang Dilaporkan ke Polisi
  • 14:46
    06 July 2017

    Polisi Stop Kasus Kaesang, Ini Alasannya

    Wakapolri, Komisaris Jenderal Pol Syafruddin, menegaskan laporan penyebaran kebencian yang menyeret nama Kaesang, putera Presiiden Joko Widodo sangat mengada-ngada. Kaesang dilaporkan atas alasan penyebaran kebencian setelah dirinya mengucapkan kata 'ndeso' pada Vlog yang diunggah pada akun Youtube miliknya, 'Kaesang'.

    "Tidak ada itu ngada-ngada itu saya tegaskan itu mengada-ngada. Laporannya mengada-ngada," tegas Syafruddin di Mabes Polri, Jakarta, pada Kamis (6/7).

    Syafruddin melanjutkan, pihaknya tidak akan menindak-lanjuti laporan tersebut. "Kita tidak akan tindak lanjuti laporan itu," tambahnya.

    Kata 'ndeso' sendiri, kata Syafruddin, merupakan guyonan biasa yang kerap didengarnya sejak Ia masih kecil. Kata itu sendiri setelah dikaji, tidak dianggap memiliki unsur pidana. "Ngomongnya ndeso itu kan saya juga dari kecil udah dengar omongan deso itu. Itu guyonan aja. Jadi kita rasional aja. Polri, penyidik itu juga harus rasional," tambahnya.

  • 09:48
    06 July 2017

    LBH Jakarta: Kasus Kaesang Kriminalisasi

     LBH Jakarta menilai pengaduan kritik Kaesang Pangarep ke kepolisian karena diduga menista agama dan SARA dinilai sebagai bentuk kriminalisasi dari pasal penodaan agama.

    Pengacara Publik LBH Jakarta Pratiwi Febry menuturkan pengaduan hukum terhadap Kaesang, anak Presiden Jokowi, itu menunjukkan efek dari pasal penodaan agama dari KUHP. Dia menuturkan Kaesang dalam hal ini telah diduga dikriminalisasi melalui pasal tersebut.

    Diketahui, warga Bekasi bernama Muhammad Hidayat melaporkan Kaesang karena diduga menoda agama terkait dengan kritiknya di media sosial dengan menyebut soal mengafirkan orang lain. Anak Jokowi itu juga dilaporkan ke Polres Metro Bekasi karena diduga melecehkan golongan tertentu dengan menyebut kata ‘ndeso’ atau yang berarti kampungan.

    “Hal itu menunjukkan siapa pun bisa kena dengan pasal penodaan agama,” kata Pratiwi 

  • 08:45
    06 July 2017

    Polisi Panggil Pelapor Kaesang Minggu Ini

    Muhammad Hidayat melaporkan putera bungsu Presiden Joko Widodo, Kaesang Pengarep ke Polres Metro Bekasi Kota atas dugaan kasus ujaran kebencian (hate speech). Dia keberatan atas frasa "dasar ndeso" yang ada di vlog yang dibuat anak ketiga Jokowi itu.

    Lantas Hidayat melaporkan ke kepolisian pada Minggu (2/7) lalu dengan nomor laporan polisi nomor: LP/1049/K/VII/2017/SPKT/Restro Bekasi Kota. Hidayat mengatakan pemeriksaan pertama atas kasus ini akan dilakukan pada Jumat (7/7) nanti.

    "Jadi tadi sudah disampaikan juga pihak Polres akan memulai meminta keterangan hari Jumat. Bisa jadi untuk terlapor juga. Tapi katanya yang pertama untuk pelapor, katanya," ujar Hidayat

  • 08:30
    06 July 2017

    Pelapor Kaesang Berstatus Tersangka

    Muhammad Hidayat, pelapor Kaesang Pangarep, putra Presiden Joko Widodo, ternyata berstatus sebagai tersangka. Hidayat menjadi tersangka dalam kasus dugaan ujaran kebencian (hate speech) di Mapolda Metro Jaya.

    "Iya kan banyak yang bertanya profil pelapor ini. Dia tersangka di Ditreskrimsus Polda Metro Jaya," ujar Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Hero Henrianto Bachtiar

    Hero menyampaikan Hidayat disangkakan atas dugaan hate speech. "Kasusnya sama, hate speech juga terhadap Kapolda Metro waktu (aksi) 411," ucapnya.

    Sementara itu, Hero tidak bisa memberikan informasi lebih detail soal kasus yang menjerat Hidayat itu. "Kan yang nangani Ditreskrimsus Polda Metro Jaya. Untuk lebih lengkapnya, tanyakan ke sana," ujarnya.

  • 08:15
    06 July 2017

    Polisi Pastikan akan Profesional Tangani Kasus Anak Jokowi

    Polisi memastikan bersikap profesional dalam menerima laporan warga, Muhammad Hidayat, atas Kaesang Pangarep, putra Presiden Joko Widodo, terkait dengan dugaan ujaran kebencian dan penodaan agama. Polisi akan menyelidiki laporan tersebut.

    "Nggak masalah, kita lakukan penyelidikan," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono.

    Argo menegaskan pihaknya tetap akan melakukan penyelidikan kalaupun harus menyelidiki seorang anak presiden. "Ya kalau dia anak presiden pun tetap kita lakukan penyelidikan," ucap Argo

  • 08:00
    06 July 2017

    Polisi akan Kerjasama dengan Kominfo Terkait Kasus Kaesang

    Polres Metro Bekasi Kota menyelidiki laporan warga bernama Muhammad Hidayat terhadap Kaesang terkait dengan dugaan ujaran kebencian (hate speech) di media sosial. Polisi akan berkoordinasi dengan pihak Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) mengenai laporan tersebut.

    "Kita koordinasi dengan tim cyber, koordinasi dengan Kominfo, masih banyak yang akan dilakukan," ujar Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Hero Henrianto Bachtiar kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta.

    Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan pihaknya akan menindaklanjuti laporan itu. Penyidik akan memeriksa pelapor tersebut untuk penyelidikan lebih lanjut.

    "Tentunya pelapor akan kita mintai keterangan terlebih dahulu seperti apa laporannya," kata Argo.

  • 07:45
    06 July 2017

    Pelapor Serahkan Bukti Terkait Kasus Kaesang

    Seseorang bernama Kaesang dilaporkan ke Polres Metro Bekasi Kota atas dugaan ujaran kebencian di akun YouTube. Pelapor, Muhammad Hidayat, melampirkan bukti sebuah copy video di YouTube saat Kaesang berucap 'ndeso'.

    "(Bukti yang dibawa pelapor berupa) rekaman YouTube, baru itu saja. Sudah lihat belum YouTube-nya? Ya itu," kata Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Hero Henrianto Bachtiar kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya.

    Di media sosial beredar video Kaesang Pangarep, putra Presiden Joko Widodo, yang bertopi 'Kolektor Kecebong' tengah nge-vlog. Video tersebut sudah diedit, dengan menambahkan kata-kata yang diucapkan Kaesang dalam vlog tersebut, juga sebuah laporan polisi (LP) yang melaporkan Kaesang ke polisi atas tuduhan ujaran kebencian dan penodaan agama.

  • 07:30
    06 July 2017

    Polisi Segera Panggil Pelapor Kaesang

    Seseorang bernama Kaesang dilaporkan ke polisi karena ucapan 'ndeso' di YouTube. Polisi akan segera memanggil pihak pelapor.

    "Nanti kita mintai keterangan pelapornya dulu. Kaesang yang dimaksud ini siapa, apakah anak Presiden atau siapa, kita belum tahu," ujar Kapolresta Bekasi Kombes Hero Henrianto Bachtiar.

    Sosok Kaesang yang dilaporkan ke polisi ini memang misterius. Sejak semalam, beredar informasi di media sosial bahwa Kaesang ini adalah Kaesang Pangarep, putra bungsu Presiden Jokowi, yang selama ini hobi nge-vlog.


    Dalam laporan pelapor bernama Muhammad Hidayat ke polisi, pihak yang dilaporkan disebutkan 'Kaesang' saja. Tidak ada penjelasan lebih lanjut.

  • 07:15
    06 July 2017

    Polisi Tetap Usut Kasus Pelaporan Terhadap Kaesang

    Kapolri Jenderal Tito Karnavian menegaskan tindak lanjut atas laporan terhadap Kaesang. Penyelidikan diminta Tito segera dimulai.

    "Nanti kita melakukan lidik (penyelidikan). Nanti Bapak Kapolda yang melakukan lidik, kita akan dengar keterangan yang melapor. Nanti kita undang beberapa saksi ahli dan kita akan putuskan segera," ujar Tito secara terpisah.

    Selain memanggil pelapor, ujar Iriawan, polisi akan meminta pendapat saksi ahli. Keterangan ahli dibutuhkan guna memutuskan ada-tidaknya unsur pidana dalam laporan itu.

  • 07:00
    06 July 2017

    Kaesang Dilaporkan Terkait Kata Ndeso

    Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan menegaskan pihaknya akan menindaklanjuti laporan warga terhadap seseorang bernama Kaesang atas dugaan ujaran kebencian. Polisi lebih dulu mendalami laporan itu untuk memastikan ada-tidaknya unsur pidana atas sangkaan terhadap Kaesang.

    "Jadi mohon waktu, saya perintahkan Kapolres (Bekasi Kota) untuk menindaklanjuti laporan dari masyarakat tersebut," ujar Iriawan kepada wartawan.

    Dari informasi yang diterima Iriawan, Kaesang dilaporkan atas video yang diunggah di YouTube. Namun sosok Kaesang yang dilaporkan, menurut Iriawan, tidak disebutkan lengkap oleh pelapor bernama Muhammad Hidayat.

    "Di situ kalau tidak salah ada kata-kata, 'Kalau tidak menjalankan tentang apa yang ada situasi di situ, ndesolah'. Tapi saya belum dalami. Kebetulan ada nama Kaesang, itu juga belum tentu Kaesang yang mana. Makanya nanti dilakukan penyelidikan untuk mendalami laporan tersebut," ucap Iriawan.