Menghidupkan Wacana Pemindahan Ibu Kota

Menghidupkan Wacana Pemindahan Ibu Kota
  • 13:43
    11 July 2017

    Kepala Bappenas Sebut Beban Jakarta Terlalu Berat

    Wacana pemindahan ibukota dari Jakarta masih terus bergulir seiring dengan kajian yang tengah dijalankan pemerintah. Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, disebut-sebut sebagai kandidat utama calon pusat negara yang baru menggantikan Jakarta.

    Menteri Perancanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro, mengungkapkan pemindahan ibu kota sudah sangat mendesak lantaran kepadatan penduduk di Jakarta sudah sangat berat.

    "Saya sampaikan dari 10 kota di Indonesia, 5 (terpadat) itu ada di Jabodetabek, jadi bebannya itu sudah terlalu berat. Beban Jakarta sudah terlalu berat karena Jakarta adalah pusat segalanya," kata Bambang 

  • 09:30
    11 July 2017

    Pemerintah Kaji Tiga Daerah Ini Jadi Ibu Kota Baru Indonesia

    Pemerintah melalui Badan Perencana Pembangunan Nasional (Bappenas) mengkaji pemindahan ibu kota negara dari Jakarta ke luar Jawa. Kalimantan menjadi calon kuat dengan 3 lokasi, yaitu Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan.

    Lantas daerah mana yang layak menjadi Ibu Kota baru pengganti Jakarta?

    Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono mengatakan, ketiga wilayah tersebut masih menjadi lokasi terdekat menjadi opsi Ibu Kota yang baru. Namun kajian soal tanah menjadi hal mendasar yang harus diperhatikan dari ketiga daerah tersebut.


    "Kondisi soilnya itu. Karena kan sudah pasti gambut, rawa," ujar Basuki.

    Tiga daerah tersebut kata dia tidak memiliki struktur yang sama. Kalimantan Tengah, kota di mana Palangka Raya berada memiliki jenis tanah gambut dan tanah aluvial. Sedangkan karakteristik tanah di Kalimantan Timur berbeda lagi.

    "Tiga itu tidak sama struktur tanahnya. Kalau di Kalimantan Timur enggak seperti di Kalimantan Tengah. Kalimantan Selatan agak sama, tapi di Kalimantan Timur itu kayak di Dumai karena daerah minyak," ucapnya.

  • 09:15
    11 July 2017

    Ini Kriteria Daerah yang Cocok Jadi Ibu Kota

    Namun ada beberapa kriteria utama yang sudah ditetapkan.

    Ibu kota harus wilayah yang bebas dari ancaman bencana alam. Ini bisa dilihat secara geografis.

    Beberapa wilayah di Indonesia memang berpotensi terkena bencana, terutama gempa. Maka harus ada pengukuran yang jelas tentang potensi bencana.

    Kriteria selanjutnya, ibu kota harus memiliki lahan yang cukup luas untuk menampung pusat pemerintahan. Baik untuk perkantoran maupun perumahan. Sehingga tak ada persoalan pembebasan lahan saat ibu kota dipindahkan.

    Ibu kota sebaiknya berada di luar pulau Jawa. Alasan utamanya adalah kondisi Pulau Jawa yang sudah sangat padat, baik secara penduduk maupun ekonomi. Bila ibu kota baru dipaksakan pada lokasi yang tidak jauh dari Jakarta atau masih di Pulau Jawa maka niat pemerataan ekonomi sulit terjadi.

    Dalam kondisi sekarang, 1/5 ekonomi Indonesia berasal dari wilayah Jakarta dan sekitarnya. Secara pulau, maka Jawa masih menyumbang 1/2 ekonomi dari Indonesia.

    Demi menciptakan keadilan, maka posisi ibu kota harus berada di tengah. Secara sederhana bisa dilihat dari zona waktu yang menunjukkan wilayah Indonesia bagian tengah sebagai opsi ibu kota baru.

  • 09:00
    11 July 2017

    Ketua MPR Minta Pemindahan Ibu Kota Tidak Sekarang

     Ketua MPR Zulkifli Hasan mengaku setuju ibu kota dipindah dari Jakarta. Tapi Zulkifli berharap wacana pemindahan ibu kota itu tidak dalam waktu dekat ini. 

    "Ibu kota dipindah boleh, tapi kapan-kapan, karena memisahkan kota bisnis dengan ibu kota itu penting. Kita maju begitu, tapi jangan sekarang, kapan-kapan," kata Zulkifli.

    Zulkifli meminta Pemerintah Jokowi-JK berfokus menepati janji kampanye daripada berencana memindahkan ibu kota. Zulkifli juga mengungkapkan beberapa janji yang dianggap belum dipenuhi Jokowi-JK.

  • 08:45
    11 July 2017

    Ini Alasan Jokowi Ingin Pindahkan Ibu Kota

    Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Teten Masduki mengungkap alasan Presiden Joko Widodo melontarkan ide memindahkan ibu kota negara ke luar Pulau Jawa. Sulitnya membenahi Ibu Kota Jakarta menjadi salah satu alasannya.

    "Ya, memang Pak Presiden pernah juga melontarkan ide soal pemindahan ibu kota dari Jakarta ke luar Jawa. Karena juga pengalaman beliau waktu di DKI beliau menyampaikan bahwa susah sekali membenahi Kota Jakarta ini yang ongkosnya lebih mahal," ujar Teten.

    Menurut Teten, Jokowi beranggapan Jakarta memakan banyak anggaran, baik dalam hal politik maupun sosial. Selain itu, pemerataan pembangunan negara perlu dilakukan di daerah lain selain Pulau Jawa.

    "Bukan hanya ongkos biaya, tapi juga ongkos politik dan ongkos sosialnya. Nah, di sisi lain juga ingin ada keseimbangan antara pusat dan daerah. Di banyak negara kan memang dipisahkan antara kota industri, kota dagang, dengan kota pemerintahan," katanya.

  • 08:30
    11 July 2017

    Pemerintah Sebut Pemindahan Ibu Kota Tak Bebani APBN

    Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Kepala Bappenas) Bambang Brodjonegoro memastikan pemerintah tidak akan memberatkan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dalam merealisasikan pemindahan ibu kota negara ke luar Pulau Jawa.

    Bambang menyebutkan, pemerintah akan melibatkan peran swasta dalam hal pendanaannya. Skemanya pun akan disusun oleh pemerintah tanpa membebankan anggaran negara.

    "Ya pokoknya kita tidak hanya mengandalkan APBN, bahkan kalau bisa APBN minimal dan libatkan partisipasi swasta. Nanti skemanya kita siapkan," kata Bambang di Gedung DPR, Jakarta

  • 08:15
    11 July 2017

    DPR Setuju Ide Pemindahan Ibu Kota

    Wacana pemindahan ibu kota negara ke luar Pulau Jawa dianggap tepat secara politik. Apalagi, mengingat DKI Jakarta merupakan kota yang sudah padat.

    Hal tersebut diungkapkan oleh Pimpinan Komisi XI DPR Melchias Marcus Mekeng di Gedung DPR.

    "Secara politik sih saya setuju, karena kita kan sudah melihat sendiri infrastruktur di Jakarta ini sudah sangat crowded," kata Mekeng.


    Dia menyebutkan, padatnya DKI Jakarta juga membuat banyak pebisnis memilih untuk melakukan investasi di Hong Kong dan juga Singapura. Sebab, di negara lain dalam satu hari bisa melakukan beberapa kali pertemuan, sedangkan di Jakarta dengan kondisinya yang padat hanya bisa satu kali pertemuan.

  • 08:00
    11 July 2017

    Bagaimana Nasib Jakarta Jika Ibu Kota Pindah

    Pemerintah tengah berencana untuk memindahkan ibu kota dari Jakarta menuju luar Pulau Jawa. Rencana itu kini tengah dikaji oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan (PPN/Bappenas).

    Lalu bagaimana nasib Jakarta nantinya bila tak lagi menjadi ibu kota RI?

    "Ya enggak masalah. Tidak masalah bagi Jakarta," kata Direktur Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Enny Sri Hartati ditemui di kantornya.

    Enny mengatakan, selama ini telah banyak negara yang melakukan pemindahan ibu kota dan tidak ada masalah.

    "New York itu memang bermasalah ketika ibu kotanya pindah ke Washington? Bombay itu memang bermasalah Ketika ibu kotanya pindah ke New Delhi? Termasuk KL, Kuala Lumpur nggak sampai hari ini tidak bermasalah ketika ibu kotanya pindah ke Putrajaya? Jadi enggak ada masalah," kata Enny.

  • 07:44
    11 July 2017

    Peneliti Minta Pemerintah Tak Gegabah Putuskan Pemindahan Ibu Kot

    Pemerintah diminta jangan terburu-buru dalam pengambilan keputusan pemindahan ibu kota. Kajian harus diselesaikan secara komperhensif agar meminimalisir semua kemungkinan terburuk saat keputusan diambil.

    Hal ini dikemukakan oleh Direktur Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Enny Sri Hartati di kantornya.

    "Kajian ini tentu betul-betul komperhensif. Tidak ada satu kajian yang bisa dilakukan sesingkat itu. Mengapa? kalau kita merefer pengalaman beberapa negara melakukan studi kajian mengenai pemindahan ibukota, itu rata-rata sampai selesai itu hampir 10 tahun, kajian sama prosesnya. Dan itu juga termasuk blueprint-nya. Jadi blueprint mengenai Bagaimana perencanaan kota tuh minimal harus lebih dari 30 tahun, apalagi untuk ibukota," kata Enny.

  • 07:30
    11 July 2017

    Presiden Sebut Pemindahan Ibu Kota Bukan Hanya Wacana

    Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo menyebut rencana pemindahan ibu kota dari Jakarta harus memperhatikan berbagai aspek. Tjahjo menyebut Presiden Joko Widodo tidak mau pemindahan ibu kota hanya wacana.

    "Ini harus ada progress report. Pak presiden juga tidak mau sekadar wacana. Dia menugaskan Bappenas untuk mencermati, seandainya diubah itu gimana, dipindahkan itu di mana. Aspek geografisnya, semua aspek harus dipelajari," kata Tjahjo .

    Menurut Tjahjo, lokasi baru yang direncanakan menjadi ibu kota harus lokasi yang tepat. Namun pemindahan ini, disebut Tjahjo, membutuhkan waktu.

    "Bukan masalah mendukung atau tidak, mana yang memang lebih tepat. Kan pemerintah tidak otomatis kayak pindah rumah. Dulu pernah kok kita dari Jakarta ke Yogya, Jakarta ke Padang, pemerintahannya. Pak Presiden juga bisa berkantor di mana-mana bisa kok. Ada gedung negara di Yogya, di Bogor ada, di Bali ada, ada gedung Grahadi di Surabaya, Kalimantan juga ada," ucapnya.

  • 07:15
    11 July 2017

    Ibu Kota akan Dipindah, Ini yang Disiapkan Pemerintah

    Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tengah melakukan kajian awal untuk merealisasikan wacana pemindahan ibu kota negara ke luar Pulau Jawa.

    Kajian awal ini dikomandoi oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas). Adapun, kajian awal ini ditargetkan selesai pada akhir 2017 yang selanjutnya atau pada awal 2018 bisa dilakukan kajian lebih mendalam.

    Menanggapi hal tersebut, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan mengatakan, kajian awal yang dilakukan oleh Bappenas terkait dengan lokasi hingga ketersediaan lahannya.

    "Ya mengenai lokasi, luas daerah segala macam, banyak lah itu," kata dia di Gedung DPR

  • 07:00
    11 July 2017

    Pemerintah Kaji Rencana Pemindahan Ibu Kota

    Rencana pemindahan ibu kota sedang masuk tahapan kajian. Memang pada pemerintahan sebelumnya, rencana yang sama juga pernah muncul namun tidak pernah ada kejelasan sampai akhir periode.

    Sekarang, pemerintah munculkan lagi rencana tersebut. Bedanya, ada penekanan bahwa rencana akan dikaji secara serius hingga melahirkan keputusan. Baik itu keputusan untuk pindah maupun tidak.

    Palangka Raya memang masuk sebagai salah satu opsi. Kota yang terletak di Kalimantan Tengah tersebut dianggap cocok sebagai pusat pemerintahan karena memiliki lahan yang luas dan tidak rentan dari bencana alam seperti gempa.

    Ada beberapa lagi daerah yang masuk dalam kajian tersebut. Di antaranya adalah Jonggol, Kabupaten Bogor. Wilayah Jonggol menjadi opsi karena sebelumnya juga pernah dikaji pada masa pemerintahan Presiden Soeharto. Dulu Jonggol dianggap cukup ideal sebagai pusat pemerintahan.