DPR: 'Latihan Cuma Pakai Replika Dari Kayu, Kan Lucu'

Arah -  Terkait dengan pernyataan panglima Tentara Nasional Indonesia Gatot Nurmantyo, ada 5000 senjata ilegal yang akan dibeli oleh instansi lain diluar TNI dan kepolisian. Komisi I DPR RI mendesak Panglima TNI untuk memberikan data yang akurat serta tetap mengawasi peredaran senjata yang tidak memiliki izin.

Ditemui di gedung Nusantara 2 DPR RI Jakarta baru-baru ini, ketua komisi I DPR RI, Abdul Kharis mengatakan, pernyataan Panglima TNI soal adanya pembelian senjata ilegal belum dibuktikan. Karena belum di dapatkan data yang akurat dan tepat. Komisi I mendorong penyediaan senjata untuk latrihan para taruna di Sekolah Tinggi Intelejen Negara.

Baca Juga: Kaum Muda Diminta Lawan Isu Teroris Lewat Sosial Media
Marak Video Porno Anak, DPR Desak Kominfo Usut Tuntas Kasus Ini

Hal ini perlu dipersiapkan dengan maksimal, namun Abdul Kharis berharap perlu ada komunikasi yang baik antara TNI, kepolisian maupun BIN dan koordinasi untuk pengadaan senjata.
"Jangan sampai, Taruna tidak pernah tau cara menggunakan senjata, jadilah seorang Intel tapi nggak pernah kenal senjata. Selama latihan pakai replika dari kayu, kan lucu."

Anggota komisi I DPR RI, Biem Triani Benjamin mengatakan, pembelian senjata untuk pertahanan maupun pribadi harus sesuai izin dari institusi yang mempunyai kewenangan. Namun Biem mendesak Panglima TNI dan Badan Intelijen Negara. Segera memberikan keterangan tentang kebenaran terkait pembelian senjata karena jika memang ada pengadaan senjata ilegal akan sangat berbahaya keamanan masyarakat.

"Kalau beda itu kan untuk Badan Intelijen bukan untuk dipersenjatai harus melalui Panglima TNI MenHan ya, tetapi gak bisa memasukkan memasok senjata sendiri itu nggak boleh."

Berita Terkait

Penambahan Anggota DPR Diyakini Tak Akan Bebani Negara Penambahan Anggota DPR Diyakini Tak Akan Bebani Negara
DPR RI Singgung Pemberitaan Media Bersifat Partisan DPR RI Singgung Pemberitaan Media Bersifat Partisan
Pansus Hak Angket KPK di Perpanjang, PKS: Bisa Bikin Gaduh Rakyat Pansus Hak Angket KPK di Perpanjang, PKS: Bisa Bikin Gaduh Rakyat

#DPR #DPR RI #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar